BENGKULU — Masniari Wolf finis keempat Heat 2 dengan waktu 29,45 detik pada penyisihan 50 meter gaya punggung putri Asian Games 2026. Flairene Candrea mencatat 29,24 detik dan menempati posisi kelima Heat 3 di nomor yang sama. Keduanya belum memastikan tempat di final.
Masniari menempati posisi keempat Heat 2 dengan catatan waktu 29,45 detik. Sementara Flairene finis kelima Heat 3 dengan waktu 29,24 detik, sedikit lebih cepat dari rekannya.
Selisih 0,21 detik antara Flairene dan Masniari menunjukkan persaingan ketat di lintasan. Nomor 50 meter gaya punggung memang kerap ditentukan oleh detail kecil: reaksi start, putaran, dan sentuhan akhir.
Baik Masniari maupun Flairene belum mengamankan slot final dari hasil penyisihan ini. Kepastian bergantung pada hasil heat lain dan format kelolosan yang dipakai panitia.
Sebelum berangkat ke Jepang, Masniari mengaku ingin menikmati setiap penampilannya di Asian Games 2026. Pendekatan itu ia pilih agar tidak terbebani target berlebihan di panggung multievent terbesar Asia.
Masniari bukan nama baru di kolam renang nasional. Ia sempat mencuri perhatian sebagai salah satu perenang muda Indonesia yang diproyeksikan bersaing di level Asia.
Flairene tampil di Heat 3 dengan waktu 29,24 detik. Catatan itu menjadi modal untuk bersaing di nomor punggung, meski ia masih harus bersaing dengan perenang-perenang Asia lain yang punya waktu lebih cepat.
Nomor 50 meter gaya punggung putri di Asian Games 2026 diikuti sejumlah perenang unggulan dari Jepang, China, dan Korea Selatan. Persaingan di lintasan pendek seperti ini sering menghasilkan selisih sangat tipis antar perenang.
Kontingen akuatik Indonesia resmi dilepas menuju Asian Games 2026 beberapa hari sebelum kompetisi dimulai. Skuad ini membawa sejumlah perenang muda, termasuk Adelia Chantika Aulia yang baru berusia 15 tahun.
Adelia sempat mengungkapkan persiapan dan rasa deg-degan menjelang debut Asian Games 2026. Ia turun di nomor 200 meter gaya bebas putri pada penyisihan yang digelar lebih awal.
Dari cabang lain, Sumaya menyumbang medali perak pertama Indonesia lewat teqball. Medali emas pertama Merah Putih dipersembahkan Seraf Naro Siregar dari cabang wushu.
Setelah nomor 50 meter gaya punggung, sejumlah nomor renang lain masih menanti kontingen Indonesia. Peluang menambah catatan waktu terbaik masih terbuka, terutama dari perenang yang tampil di nomor andalan masing-masing.
Hasil penyisihan Masniari dan Flairene menjadi potret realistis persaingan renang Asia. Catatan waktu mereka berada di papan tengah, namun pengalaman bertanding di level ini tetap berharga untuk perkembangan karier kedua perenang.