BENGKULU — Pemerintah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) di 15 kabupaten/kota sepanjang 2025-2026, dengan Gresik dan Sidoarjo masing-masing kebagian sekitar 7.000 SR. Program ini menjadi bagian dari persiapan pengoperasian jargas APBN sekaligus upaya mengurangi ketergantungan pada impor LPG. PGN selaku operator mengaku siap mendukung penugasan pengelolaan jaringan yang dibangun lewat APBN.
Gresik, Sidoarjo, dan 13 kabupaten/kota lain menjadi lokasi pembangunan jargas APBN tahun anggaran 2025-2026. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman meninjau langsung fasilitas jargas di dua kabupaten Jawa Timur tersebut, didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta.
Kunjungan itu bagian dari tugas KSP mengawal program prioritas nasional, khususnya swasembada energi. Jargas juga masuk Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027, dan pembangunan jaringan gas perkotaan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional lewat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Pemerintah mendorong pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga seiring semakin terkoneksinya infrastruktur gas nasional. Pipa transmisi Cirebon-Semarang disebut menjadi salah satu fondasi perluasan pemanfaatan gas domestik.
Agung Kuswardono menyatakan pengembangan jargas tidak sekadar soal energi, tetapi juga menekan beban subsidi di APBN.
"Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan," kata Agung.
Untuk tahun 2025-2026, pemerintah membangun sekitar 119.379 SR jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Gresik dan Sidoarjo masing-masing mendapat sekitar 7.000 SR. Agung menyebut pembangunan masif akan berlanjut, dengan target 1 juta SR hingga 2028.
Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM sudah membangun jargas berbiaya APBN sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022. Di Sidoarjo, pembangunan lebih lama lagi: 29.961 SR sejak 2010. PGN ditugaskan sebagai operator di kedua wilayah.
Pengalaman itu dinilai menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan gas bumi di kawasan tersebut. Secara nasional, PGN telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga.
Hery Murahmanta menyatakan PGN terbuka mendukung penugasan pengelolaan jargas APBN sesuai peran dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
"PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga & pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari Pemerintah melalui skema APBN," ujarnya.
Selain jaringan pipa, PGN mengembangkan solusi beyond pipeline, termasuk Compressed Natural Gas (CNG), untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani jaringan pipa. Skema ini membuka peluang gas bumi masuk ke daerah yang infrastrukturnya belum tersambung.
Bagi rumah tangga yang sudah terhubung, jargas menawarkan pasokan energi yang lebih stabil dibanding LPG tabung. Pengalaman PGN mencakup pemeliharaan keutuhan aset, keselamatan jaringan, hingga pengelolaan pelanggan.
Pemerintah berencana terus memperluas program jargas. Sinergi antara Kementerian ESDM, KSP, dan PGN diharapkan mempercepat akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus mengoptimalkan energi domestik. Bagi PGN, penambahan jaringan APBN memperbesar skala bisnis gas rumah tangga yang sudah berjalan lebih dari satu dekade di Sidoarjo.