BENGKULU — Tujuh model Galaxy A Series 2026 resmi mengisi lini Samsung di Indonesia, dari Galaxy A07 5G bermesin MediaTek hingga Galaxy A57 5G bersertifikat IP68. Rentang harganya berjenjang, tapi yang membedakan tiap model bukan sekadar nominal — ada pola jelas soal layar, chipset, dan durabilitas di tiap tingkatan. Berikut rincian ketujuhnya sebelum Anda memutuskan beli.
Daftar lengkapnya mencakup Galaxy A07 5G, A17 5G, A26 5G, A36 5G, A37 5G, A56 5G, dan A57 5G. Rincian spesifikasi ini dirangkum dari video kanal YouTube Pricebook yang membahas posisi masing-masing model dalam lineup. Samsung tampak membagi fitur berdasarkan tingkatan harga, bukan menyeragamkannya.
Model paling dasar di lini ini mengandalkan kapasitas baterai 6.000 mAh dengan pengisian cepat 25W. Untuk dapur pacu, Samsung memakai chipset MediaTek Dimensity 6300. Perlindungan bodinya cukup lewat sertifikasi IP54, ditambah fitur Rain Touch yang membantu layar tetap responsif saat terkena air.
Kombinasi ini menempatkan A07 5G sebagai pilihan untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai ketimbang performa atau kamera.
Naik satu tingkat, perhatian berpindah ke sektor tampilan. Galaxy A17 5G memakai panel Super AMOLED 6,7 inci resolusi Full HD+ dengan refresh rate 120Hz. Fitur Circle to Search turut disertakan, begitu pula dukungan pembaruan perangkat lunak hingga enam tahun.
Dukungan software selama itu tergolong panjang untuk kelas entry-level dan menjadi nilai jual tersendiri bagi pembeli yang ingin pakai jangka panjang.
Peningkatan di sektor fotografi mulai terasa di Galaxy A26 5G. Kamera utamanya beresolusi 50 MP dan sudah dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS) — fitur yang jarang ditemui di kelas ini.
Dari sisi desain, ada Key Island dan tekstur di bagian punggung ponsel. Performa ditangani chipset Exynos 1380, sementara ketahanan bodi naik ke sertifikasi IP67.
Galaxy A36 5G membawa kamera utama 50 MP dengan tambahan Photo Remaster dan Object Eraser untuk kebutuhan editing cepat. Chipset yang dipakai adalah Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3.
Sertifikasi IP67 tetap dipertahankan, tapi pengisian cepatnya naik ke 45W. Kombinasi chipset Snapdragon dan charging 45W membuat model ini menarik bagi pengguna yang butuh performa stabil untuk kerja harian.
Di Galaxy A37 5G, Samsung menaikkan kualitas layar dengan panel AMOLED berkecerahan hingga 1.900 nits dan proteksi Gorilla Glass Victus+. Untuk foto malam, ada fitur Nightography.
Dapur pacunya memakai Exynos 1480 dengan baterai 5.000 mAh. Kecerahan 1.900 nits termasuk tinggi dan membantu keterbacaan layar di bawah sinar matahari langsung.
Galaxy A56 5G memakai bodi berbahan kaca dengan sertifikasi IP67. Fitur Circle to Search, Live Translate, dan Vision Booster disertakan untuk membantu tampilan layar pada kondisi pencahayaan tertentu.
Live Translate dan Vision Booster biasanya lebih dulu muncul di seri flagship, jadi kehadirannya di kelas menengah atas ini cukup menonjol.
Sebagai model teratas, Galaxy A57 5G membawa sertifikasi IP68 — satu tingkat di atas IP67 yang dipakai model di bawahnya — serta chipset Exynos 1680. Posisinya sebagai varian paling lengkap di lini Galaxy A Series 2026.
Pola pembagian fitur Samsung di lini ini cukup jelas. Kalau prioritasnya baterai tahan lama untuk pemakaian ringan, Galaxy A07 5G jadi titik masuk yang masuk akal. Naik ke A17 5G kalau ingin layar AMOLED 120Hz dan dukungan software panjang.
Untuk kamera dengan OIS, Galaxy A26 5G adalah pilihan termurah yang menawarkannya. Sementara pengguna yang butuh performa Snapdragon dan charging cepat bisa melirik A36 5G. Di puncak lineup, Galaxy A57 5G menyasar pembeli yang ingin proteksi air maksimal dan chipset Exynos terbaru.