Pencarian

Harga TBS Kelapa Sawit di Bengkulu Utara Naik ke Rp3.090 per Kilogram, Petani Soroti Selisih Harga di Tingkat Ramp

Senin, 14 September 2026 • 08:16:01 WIB
Harga TBS Kelapa Sawit di Bengkulu Utara Naik ke Rp3.090 per Kilogram, Petani Soroti Selisih Harga di Tingkat Ramp
Harga TBS kelapa sawit di sejumlah pabrik di Bengkulu Utara tercatat naik hingga Rp3.090 per kilogram pada 13 September 2026.

ARGAMAKMUR — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara terus menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan data per 13 September 2026, harga di sejumlah pabrik tercatat meroket, dengan PT SIL A dan PT BBS menempati posisi tertinggi mencapai Rp3.090 per kilogram.

Sementara harga terendah di PT SM berada di angka Rp3.000 per kilogram. Dari pantauan di lapangan, harga TBS di sejumlah pabrik pengolahan kelapa sawit di wilayah Bengkulu Utara bervariasi.

Daftar Harga TBS di Sejumlah Pabrik Bengkulu Utara

PT MPM dan PT Agricinal masing-masing mematok harga Rp3.050 per kilogram. PT SIL B Rp3.030, PT BAS Rp3.060, dan PT SIL Ketahun Rp2.940.

PT ALNO mencatatkan harga terendah di antara pabrik lainnya, yakni Rp2.010 per kilogram.

Petani Terima Rp2.500 hingga Rp2.600 di Tingkat Ramp

Kenaikan harga di tingkat pabrik ini disambut lega oleh kalangan petani. Namun, mereka menyoroti kesenjangan harga yang masih terjadi di tingkat tengkulak atau Ramp.

Nadit Aldo, seorang petani sawit Bengkulu Utara, mengungkapkan bahwa harga yang diterima petani di tingkat Ramp masih berkisar Rp2.500 hingga Rp2.600 per kilogram.

"Meski harga di pabrik mencapai Rp3 ribu lebih, namun harga di tingkat tengkulak atau Ramp yang diterima petani masih Rp2.500 hingga Rp2.600 per kilogramnya," ujar Nadit.

Biaya Produksi Dinilai Belum Sebanding dengan Harga yang Diterima

Menurutnya, selisih harga tersebut dirasa masih memberatkan. Ia menilai harga yang diterima petani saat ini belum sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan.

Biaya tersebut meliputi biaya panen, pemupukan, hingga biaya operasional lainnya yang terus meningkat.

"Harga ini kami nilai belum sebanding dengan biaya panen, pemupukan dan biaya operasional yang terus meningkat ditanggung petani," lanjutnya.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarutara.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks