BEI Keluarkan 92 Saham dari Papan Pemantauan Khusus dan FCA

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Selasa, 29 September 2026 | 08:20:01 WIB
Bursa Efek Indonesia mengeluarkan 92 saham dari Papan Pemantauan Khusus dan mekanisme Full Call Auction efektif 28 September 2026.

BENGKULU — Bursa Efek Indonesia resmi mengeluarkan 92 saham dari Papan Pemantauan Khusus dan mekanisme perdagangan Full Call Auction (FCA), efektif berlaku pada pembukaan perdagangan Senin (28/9/2026). Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Bursa Nomor I-X dan II-X yang menghapus sejumlah kriteria harga, likuiditas, dan free float. Langkah tersebut mengubah peta perdagangan saham-saham yang sebelumnya tergolong berisiko tinggi.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyatakan perubahan aturan dilakukan agar mekanisme perdagangan dan pengawasan bisa terus menyesuaikan dengan perkembangan pasar. Fungsi utama Papan Pemantauan Khusus sebagai bentuk perlindungan investor tetap dipertahankan.

Penyesuaian tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari transparansi, batas minimum harga saham, likuiditas, free float, hingga aktivitas perdagangan di pasar sekunder. Perubahan tersebut tertuang dalam Peraturan Bursa Nomor I-X tentang penempatan efek bersifat ekuitas pada Papan Pemantauan Khusus dan Nomor II-X tentang perdagangan efek di Papan Pemantauan Khusus.

"Penyempurnaan ini dilakukan dengan mempertahankan kriteria yang relevan secara fundamental, sekaligus menyesuaikan ketentuan lainnya terkait likuiditas guna meningkatkan price discovery," ujar Iding dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026).

Empat Kriteria yang Dihapus dari Papan Pemantauan Khusus

Pada Peraturan Nomor I-X, BEI menghapus kriteria 1, 6, 7, dan 10 pada Papan Pemantauan Khusus. Empat kriteria tersebut mencakup harga dan likuiditas perdagangan, persyaratan tertentu untuk tetap tercatat di bursa atau free float, serta penghentian sementara perdagangan yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

Selain itu, BEI me

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top