BENGKULU — PT Pertamina (Persero) bersama Pertamina Foundation menggelar Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 di Pasar Ngasem pada 2-4 Oktober 2026, menghadirkan 47 UMKM dari Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Aceh. Ajang bertema "Lokal Jadi Vokal" ini menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar dan membangun jaringan dagang.
Penyelenggaraan SMEXPO di Yogyakarta tahun ini menandai edisi ketiga berturut-turut sejak 2024. Dua edisi sebelumnya mencatat lebih dari 3.000 pengunjung, lebih dari 6.000 produk terjual, dan nilai transaksi menembus Rp4 miliar. Yogyakarta bahkan dinobatkan sebagai Best Host City SMEXPO Regional 2025.
Produk yang dipamerkan mencakup kuliner, fashion, kerajinan, hingga produk kreatif berbasis potensi lokal. Peserta tidak hanya datang dari sekitar Yogyakarta, tetapi juga dari provinsi lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Aceh.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari, menegaskan SMEXPO dirancang bukan sekadar ajang jualan. Ada misi lebih besar: membuka akses pasar dan mitra dagang bagi UMKM yang selama ini terkendala jaringan.
"Kita ingin membuka pintu yang lebih luas untuk UMKM. Pintu untuk bertemu pembeli, bertemu mitra, memperluas pasar, membangun jaringan, dan tentu saja semakin percaya diri membawa produknya ke pasar yang lebih besar," ujar Agus melalui keterangan pers, Minggu (4/10/2026).
Menurut Agus, antusiasme pelaku usaha di Yogyakarta dalam dua tahun terakhir menjadi alasan utama kota ini kembali dipilih sebagai tuan rumah. Capaian transaksi Rp4 miliar pada edisi 2024-2025 menjadi tolok ukur yang ingin dilampaui tahun ini.
Bagi UMKM peserta, SMEXPO membuka peluang bertemu langsung dengan calon pembeli besar, mitra distribusi, hingga sesama pelaku usaha yang bisa menjadi kolaborator. Ini penting karena banyak usaha kecil gagal naik kelas bukan karena produknya jelek, melainkan karena terbatasnya akses ke pasar yang lebih luas.
Pasar Ngasem dipilih sebagai lokasi karena berada di pusat keramaian Yogyakarta. Lokasi ini memudahkan pengunjung lokal maupun wisatawan untuk mampir dan bertransaksi langsung selama tiga hari penyelenggaraan.
Kehadiran peserta dari luar Jawa, termasuk Aceh, menunjukkan jangkauan SMEXPO semakin luas. Produk-produk daerah yang sebelumnya hanya dikenal di kampung sendiri kini punya kesempatan tampil di hadapan pembeli dari berbagai wilayah.
Rekam jejak SMEXPO Yogyakarta menjadi modal penyelenggaraan tahun ini. Pada 2024 dan 2025, lebih dari 3.000 orang mengunjungi ajang ini, dengan lebih dari 6.000 produk terjual. Nilai transaksinya melampaui Rp4 miliar.
Pencapaian itu membuat Yogyakarta menerima penghargaan Best Host City SMEXPO Regional 2025. Penghargaan ini menjadi sinyal bahwa ekosistem UMKM di kota pelajar tersebut cukup matang untuk menopang kegiatan berskala regional.
Pertamina melalui Pertamina Foundation menjalankan SMEXPO sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pemberdayaan ekonomi. Program ini menyasar pelaku usaha mikro dan kecil agar mampu naik kelas, bukan sekadar bertahan.
Bagi Pertamina, keberhasilan UMKM binaan berarti penguatan rantai pasok lokal yang pada gilirannya mendukung operasional perusahaan di daerah. Bagi pelaku usaha, ajang ini menjadi jembatan menuju pasar yang lebih besar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi mahal.