BENGKULU — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat penjualan agunan senilai Rp510,77 miliar melalui program Gelegar Lelang BNI 2026 yang berlangsung 15 Juni hingga 15 September 2026. Capaian ini menjadi salah satu jalur perseroan mempercepat penyelesaian kredit bermasalah dan mengelola aset secara disiplin.
Jakarta — Penjualan tersebut diumumkan dalam kegiatan Awarding Gelegar Lelang BNI 2026 di Pendopo KPKNL Jakarta, Selasa (13/10), yang menutup seluruh rangkaian program. Sepanjang periode tersebut, BNI bersama 49 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) menyelenggarakan 1.603 pelaksanaan lelang dengan total nilai limit Rp6,72 triliun.
Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Syukriah HG, hadir beserta jajarannya. Kegiatan itu mengusung tema "Apresiasi, Kolaborasi, dan Akselerasi Recovery".
Agenda utama program ini adalah lelang serentak pada 21 Agustus 2026 di 12 KPKNL. Kegiatan tersebut disiarkan secara hybrid dalam rangkaian wondrX 2026 di ICE BSD.
Dari 60 lot aset yang ditawarkan, 24 lot terjual dengan nilai Rp24,2 miliar. Angka itu menunjukkan minat pasar terhadap aset agunan yang dilelang BNI, meski tidak semua lot terserap.
BNI juga membuka booth BNI Lelang Agunan di wondrX 2026. Pengunjung bisa melihat informasi aset yang dilelang, mengenal situs lelang agunan BNI, hingga berkonsultasi langsung soal mekanisme lelang.
Langkah ini memperluas akses informasi bagi calon pembeli yang selama ini mengandalkan pengumuman resmi KPKNL. Rangkaian program dimulai lewat Kick Off di Grha BNI pada 4 Agustus 2026, yang dipakai BNI, DJKN, dan KPKNL memperkuat koordinasi sekaligus memasarkan agunan lebih luas.
SEVP Remedial & Recovery BNI, Saridatun, menyampaikan apresiasi kepada DJKN dan seluruh KPKNL atas dukungan dalam pelaksanaan program.
"BNI mengapresiasi dukungan DJKN dan seluruh KPKNL dalam pelaksanaan Gelegar Lelang BNI 2026. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin kuat untuk mendukung optimalisasi recovery BNI," ujar Saridatun dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).
Lewat Gelegar Lelang BNI 2026, perseroan memperkuat penyelesaian kredit bermasalah dan pengelolaan aset melalui mekanisme lelang yang didukung sinergi dengan DJKN serta KPKNL.
Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI menjaga fundamental bisnis lewat pengelolaan aset yang disiplin, peningkatan kualitas portofolio, dan optimalisasi proses recovery. Nilai penjualan agunan Rp510,77 miliar menjadi modal awal bagi perseroan untuk menjaga kesehatan bisnis sekaligus memperkuat daya saing di industri perbankan nasional.