BENGKULU — Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyatakan perbaikan 145 RTLH tersebut merupakan bukti komitmen pemerintah daerah menghadirkan hunian layak bagi warga sekaligus mengentaskan kemiskinan ekstrem. Program itu juga menjadi respons cepat Pemkot terhadap aspirasi warga yang mendambakan tempat tinggal lebih sehat, nyaman, dan aman dari ancaman kerusakan bangunan.
Dedy menegaskan program bedah rumah masuk dalam prioritas utama pemerintah untuk memastikan seluruh warga Kota Bengkulu memiliki tempat tinggal yang memenuhi standar kelayakan.
Bantuan diberikan dalam bentuk dana dengan rincian Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk membayar upah pekerja. Skema itu memungkinkan warga memperbaiki bagian rumah yang dinilai tidak layak, mulai dari struktur hingga sanitasi.
Dedy berharap perbaikan rumah tersebut berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Pemkot juga menyasar penataan kawasan permukiman agar lebih rapi dan sehat di seluruh wilayah kelurahan.
Untuk memastikan program tepat sasaran, Pemkot meminta lurah aktif mendata warganya yang masih menempati rumah tidak layak huni. Pendataan dari tingkat kelurahan dinilai penting agar intervensi pemerintah diarahkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
"Pemerintah tidak ingin warga yang tinggal dalam kondisi hunian memprihatinkan luput dari pendataan dan lurah tolong pastikan dan sampaikan kepada wali kota dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kalau ada warganya yang masih tinggal di rumah yang tidak layak huni," ucap Dedy.
Temuan lurah di lapangan akan menjadi dasar bagi Pemkot dan DPRD Kota Bengkulu memperluas cakupan Program Bedah Rumah pada periode berikutnya.
Pemkot Bengkulu menargetkan 100 RTLH kembali menerima bantuan bedah rumah pada 2027. Angka itu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menuntaskan persoalan hunian tidak layak, terutama di kawasan permukiman padat yang rentan terhadap masalah sanitasi.
Dedy menyebut kolaborasi dengan DPRD Kota Bengkulu diperlukan agar program dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak warga. Perbaikan rumah dinilai menjadi salah satu pintu masuk pengentasan kemiskinan ekstrem di kota itu.