KOTA BENGKULU — Kepala LAZNAS BMH Bengkulu, Hendrianto, menyatakan program pengeboran sumur menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung kebutuhan dasar santri di lingkungan pendidikan Islam. Pengeboran menyasar ketersediaan air bersih yang dinilai penting untuk bersuci dan menunjang kehidupan sehari-hari di LKSA Mardhatillah Nakau.
Kegiatan berlangsung dengan pendampingan Pengasuh LKSA Mardhatillah Nakau, Ustadz Ansori. LAZNAS BMH Bengkulu juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung pembiayaan program tersebut.
Sumur bor yang sedang dikerjakan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air harian para santri. Selain mandi dan mencuci, air dari sumur itu akan dipakai untuk berwudhu sebelum ibadah.
Ketersediaan air bersih di lingkungan pesantren kerap menjadi persoalan tersendiri, terutama saat musim kemarau. Kehadiran sumur bor diharapkan mengurangi ketergantungan penghuni pada sumber air di luar lokasi.
Sebelum pengeboran, tim pelaksana lebih dulu melakukan survei lokasi. Dari hasil survei itu, titik pengeboran ditentukan, lalu peralatan disiapkan.
Urutan kerja semacam ini lazim dipakai untuk memastikan sumber air yang dibor benar-benar layak dipakai dalam jangka panjang. Kedalaman dan debit air menjadi pertimbangan utama sebelum instalasi diteruskan.
LAZNAS BMH berharap sumur bor tersebut memberi manfaat berkelanjutan bagi para santri. Program ini juga diposisikan sebagai amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat, termasuk donatur.
Bagi LKSA Mardhatillah Nakau, keberadaan sumur bor menambah sarana penunjang aktivitas harian santri. Kegiatan belajar dan ibadah dapat berjalan tanpa terganggu persoalan air.
Pembiayaan pengeboran bersumber dari donasi yang dihimpun LAZNAS BMH Bengkulu. Lembaga menyalurkan dana itu menjadi program sarana air bersih di lembaga kesejahteraan sosial anak.
Setelah pengeboran rampung, tahap berikutnya adalah penyelesaian instalasi agar air bisa langsung dimanfaatkan penghuni. LAZNAS BMH Bengkulu belum menyebut jadwal pasti penyelesaian pekerjaan tersebut.