Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu mengimbau warga di seluruh kelurahan dan RT memperkuat kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan menyusul masuknya musim penghujan pada Oktober 2026. Kepala DLH Kota Bengkulu Anshar Amin menyatakan pihaknya tidak hanya mengajak warga, tetapi juga memfasilitasi pengangkutan sampah yang dibutuhkan setiap kegiatan kebersihan. Langkah tersebut ditempuh untuk memperlancar aliran air dan mencegah genangan saat curah hujan meningkat.
BENGKULU — Anshar Amin menegaskan bahwa kebersihan lingkungan di Kota Bengkulu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, kesadaran dan kepedulian warga menjadi kunci utama agar saluran air tetap lancar ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu menyebut Oktober 2026 sudah masuk periode musim penghujan. Kondisi itu membuat potensi banjir, tanah longsor, dan genangan air meningkat di sejumlah titik kota.
Gotong Royong di Tingkat RT Jadi Andalan
DLH Kota Bengkulu menempatkan kegiatan gotong royong di tingkat kelurahan dan RT sebagai ujung tombak menjaga kebersihan. Anshar menyebut aktivitas tersebut sudah menjadi kebiasaan warga di banyak wilayah.
"Kita di Kota Bengkulu kan di kelurahan-kelurahan, di RT-RT itu selalu melakukan kegiatan gotong royong. Kegiatan gotong royong menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan," kata Anshar di Bengkulu, Sabtu.
Pemerintah kota, lanjutnya, berperan mendorong dan memfasilitasi kegiatan tersebut. Warga yang membutuhkan armada pengangkutan sampah bisa mengajukan permintaan ke DLH.
Fasilitas Angkutan Sampah untuk Warga yang Butuh
Anshar memastikan DLH tidak berhenti pada imbauan. Instansinya menyiapkan dukungan operasional bagi warga yang hendak membersihkan lingkungan sekitar.
"Hingga saat ini yang kita lakukan membantu, menggerakkan masyarakat dalam kegiatan gotong royong, untuk memfasilitasi misalnya mereka butuh angkutan sampah dan lainnya," sebutnya.
Dukungan pengangkutan dinilai penting karena penumpukan sampah di saluran air menjadi salah satu pemicu genangan. Sampah yang menumpuk menghambat aliran air saat hujan deras.
Kolaborasi Pemerintah dan Warga Diperkuat
DLH Kota Bengkulu mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan. Anshar menilai kerja sama itu memperkuat upaya pencegahan bencana hidrometeorologi di wilayah kota.
"Kita mengajak masyarakat untuk berkolaborasi menjaga lingkungan ini. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kota Bengkulu," ujar dia.
Warga diharapkan aktif membersihkan lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan. Kebiasaan itu dinilai efektif mencegah penumpukan sampah yang mengganggu saluran air saat hujan turun.
Kebersihan sebagai Tanggung Jawab Bersama
Melalui kegiatan gotong royong dan dukungan pengangkutan sampah, DLH Kota Bengkulu ingin menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama. Anshar menekankan bahwa peran serta warga menentukan hasil akhir upaya pencegahan banjir.
Musim penghujan yang berlangsung sejak Oktober 2026 menjadi momentum bagi warga Kota Bengkulu untuk memperkuat kebiasaan menjaga lingkungan. Gotong royong di tingkat RT dan kelurahan menjadi cara paling langsung mencegah genangan di permukiman.