BENGKULU — Raihaanun memerankan perempuan korban KDRT bernama Niken dalam film drama Beautiful Pain, debut penyutradaraan Dmaz Brodjonegoro yang juga dibintangi Baim Wong. Aktris 38 tahun itu mengaku tak sulit mendalami karakter seorang ibu karena pengalaman nyatanya membesarkan tiga anak. Ia berharap perjuangan Niken merebut kembali haknya bisa menginspirasi perempuan lain.
Raihaanun mengungkapkan pendekatannya dalam memerankan Niken saat konferensi pers film Beautiful Pain di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Ia menyebut karakter Niken sebagai seorang ibu dan istri yang terjebak dalam hubungan rumah tangga toksik.
Menurut Raihaanun, kesamaan peran sebagai ibu membuat proses pendalaman karakter berjalan lebih lancar. Ia juga banyak berdiskusi dengan Dmaz Brodjonegoro selaku sutradara untuk memahami tujuan perjuangan Niken.
Raihaanun menuturkan, latar belakangnya sebagai ibu dari tiga anak menjadi modal utama saat memerankan Niken. Ia menilai sisi keibuan karakter tersebut sudah ia jalani dalam kehidupan sehari-hari.
"Untuk riset menjadi Niken, kan Niken dia ini kan seorang ibu dan juga seorang istri. Yang mana kebetulan buat saya tuh tidak sulit untuk memerankan itu karena kan juga saya seorang ibu dari tiga anak saya," ungkap Raihaanun.
Selain soal peran ibu, aktris kelahiran 1988 itu mendalami motivasi Niken lewat diskusi intens bersama sang sutradara. Fokus utamanya adalah bagaimana Niken berjuang mendapatkan kembali identitas dirinya.
"Dan risetnya dari mana, saya lebih banyak diskusi sama Dmaz. Tujuan utamanya dia adalah untuk mendapatkan identitas dirinya kembali dan hak dia sebagai perempuan dan seorang ibu," katanya.
Bintang film Twivortiare itu menilai Niken berhak mendapatkan kebahagiaan setelah kehilangan identitas diri dalam rumah tangga yang toksik. Ia menyoroti keberanian Niken mengambil langkah maju demi dirinya dan anak-anaknya.
"Dia berhak mendapatkan kebahagiaan walaupun sempat kehilangan identitas dirinya dari kehidupan hubungan rumah tangga yang toksik, tapi dia berani untuk mengambil langkah lebih maju untuk dirinya dan untuk anak-anaknya," jelas Raihaanun.
Raihaanun berharap kisah perjuangan Niken bisa menjadi inspirasi bagi perempuan yang berada di situasi serupa. Ia menilai sosok Niken mewakili perempuan pejuang yang memperjuangkan haknya.
"Jadi, perjuangannya Niken sebagai perempuan dan sebagai seorang ibu sangat bisa menjadi inspirasi dan juga semoga bisa menjadi inspirasi semua perempuan," tambahnya.
Beautiful Pain menyimpan sejumlah adegan emosional yang menuntut energi besar dari para pemainnya. Raihaanun mengaku harus menyiapkan tenaga ekstra untuk salah satu adegan kunci.
Pengambilan gambar adegan tersebut dilakukan dini hari karena menggunakan satu shot. Setelah sutradara menghentikan pengambilan gambar, Raihaanun mengaku masih terbawa suasana karakter Niken.
"Setelah kita take itu jam 3.00 pagi, jam 4.00 pagi. Dan untuk hari itu khusus kita take jam gitu karena satu shot. Terus setelah cut itu saya enggak bisa berhenti nangis. Paling-paling 15 menit, setengah jam saya masih kebawa sama karakternya yang dialami sama Niken," jelas Raihaanun.
Film Beautiful Pain menjadi penanda debut Dmaz Brodjonegoro sebagai sutradara di layar lebar. Dapur Film menghadirkan drama ini di tengah maraknya film horor yang mendominasi bioskop Indonesia, dengan Raihaanun dan Baim Wong sebagai dua nama utama di jajaran pemainnya.