Pertamina Tambah Kapal BBM ke Bali, Stok Naik Jadi 11-12 Hari

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 15:49:01 WIB
Pertamina menambah kapal pengangkut BBM rute Jawa–Bali dari tiga menjadi tujuh unit untuk mempercepat distribusi.

BENGKULU — PT Pertamina (Persero) menambah armada kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali dari tiga menjadi tujuh unit untuk memulihkan stok yang sempat turun tiga hingga empat hari. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta cadangan BBM di Bali dinaikkan dari sekitar 11 hari menjadi 15 hari. Penambahan kapal itu diharapkan menutup risiko gangguan pasokan di dua terminal BBM Bali, Manggis dan Sangaran.

Bahlil Lahadalia menyampaikan hasil koordinasi dengan Pertamina dalam konferensi pers di Bali, Senin (19/10). Menurut dia, rata-rata cadangan BBM di wilayah Bali kini sudah mencapai 11 sampai 12 hari.

Stok di Dua Terminal Masih Timpang

Bali memiliki dua fasilitas penampungan BBM, yakni Terminal Manggis dan Terminal Sangaran. Kapasitas Sangaran lebih kecil dibandingkan Manggis, sehingga ketahanan stoknya ikut berbeda.

Cadangan di Terminal Sangaran diperkirakan hanya cukup untuk empat hingga lima hari. Sementara stok di Terminal Manggis sudah berada di atas 11 hari.

“Mulai hari ini, tadi kami rapat koordinasi dengan Pertamina, untuk cadangan di wilayah Bali itu rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari. Jadi alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di sini sudah bisa teratasi,” ujar Bahlil.

Kapal Pengangkut Ditambah Jadi Tujuh

Percepatan distribusi dilakukan lewat penambahan kapal yang melayani rute Jawa–Bali. Sebelumnya hanya tiga kapal beroperasi, kini jumlahnya menjadi tujuh kapal.

Permintaan itu disampaikan Bahlil saat rapat koordinasi di Jakarta pada Kamis sore, sebelum kunjungannya ke Bali. Penambahan armada diharapkan memperlancar pengiriman secara bertahap sekaligus menekan risiko gangguan pasokan.

“Di awal kemarin waktu saya rapat koordinasi di Jakarta, hari Kamis sore, saya juga sudah meminta untuk percepatan distribusi dari Jawa ke Bali yang tadinya kapal cuma tiga, sekarang kapal yang sudah melayani tujuh kapal,” kata Bahlil.

Target Cadangan Naik ke 15 Hari

Bahlil meminta Pertamina tidak berhenti pada level 11 hari. Cadangan BBM di Bali ditargetkan naik menjadi 15 hari agar ketahanan pasokan lebih kuat menghadapi keterlambatan pengiriman.

Secara nasional, cadangan Pertalite dengan RON 90 berada di kisaran 16–18 hari. Untuk jenis BBM lain, cadangan berada di atas rata-rata 20 hari, sesuai standar minimum nasional.

Perbandingan itu menunjukkan stok Bali masih di bawah rata-rata nasional, terutama di Terminal Sangaran. Karena itu, penambahan kapal dan kenaikan target cadangan menjadi kunci untuk menjaga pasokan bagi kendaraan dan aktivitas ekonomi di Pulau Dewata.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top