BENGKULU — Kepercayaan menjadi tuan rumah Munas BEM SI ke-XX membuka ruang bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk berkumpul, bertukar gagasan, dan merumuskan arah perjuangan bersama. Pajar Pratama Putra menilai forum tersebut bukan sekadar agenda organisasi tahunan.
Menurutnya, Munas BEM SI harus menjadi ruang konsolidasi, pertukaran gagasan, dan penguatan solidaritas mahasiswa Indonesia. Pajar menyampaikan hal itu di Bengkulu, Jumat (23/10/2026).
Presiden Mahasiswa UNIHAZ itu menyebut penunjukan tersebut sebagai kebanggaan bagi mahasiswa UNIHAZ dan mahasiswa Bengkulu. Namun ia menegaskan ada beban pembuktian yang menyertainya.
"Terpilihnya UNIHAZ sebagai tuan rumah Munas BEM Seluruh Indonesia merupakan kebanggaan bagi kami, mahasiswa UNIHAZ dan mahasiswa Bengkulu. Namun, lebih dari sekadar kebanggaan, ini adalah amanah besar untuk membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah memiliki kapasitas, gagasan, dan kontribusi nyata dalam menentukan arah gerakan mahasiswa nasional," ujar Pajar.
Ia berharap forum tersebut membahas persoalan bangsa secara kritis dan konstruktif. Isu yang dimaksud mencakup pendidikan, demokrasi, penegakan hukum, ketimpangan sosial, hingga persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
Pajar menegaskan mahasiswa harus menjaga jati dirinya sebagai kekuatan intelektual dan moral yang berpihak kepada rakyat. Karena itu, Munas BEM SI diharapkan tidak berhenti pada agenda organisasi.
Forum itu dinilai perlu menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan langkah nyata bagi masa depan Indonesia. Pajar memakai momentum tersebut untuk mengingatkan posisi mahasiswa dalam perjalanan bangsa.
"Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa. Kita harus hadir sebagai bagian dari solusi, menjadi suara bagi mereka yang tidak didengar, dan menjadi kekuatan kritis ketika kebijakan tidak lagi berpihak kepada kepentingan rakyat. Dari Bengkulu, kita ingin menunjukkan bahwa semangat perjuangan mahasiswa Indonesia tetap hidup dan terus menyala," tegasnya.
Terpilihnya UNIHAZ dinilai Pajar sebagai kesempatan bagi Bengkulu menunjukkan kontribusinya dalam gerakan mahasiswa nasional. Ia mengajak seluruh elemen mahasiswa, sivitas akademika, dan pihak terkait membangun sinergi demi menyukseskan pelaksanaan Munas BEM SI ke-XX.
Ia juga mengingatkan agar momentum ini dipakai memperkuat persatuan tanpa kehilangan sikap kritis. Independensi gerakan harus tetap terjaga, dengan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama perjuangan.
Sebagai kampus yang mengusung semangat peradaban, UNIHAZ diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan unggul secara akademik. Kampus itu juga dituntut mencetak generasi intelektual dengan keberanian moral, kepekaan sosial, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
"Dari Kampus Biru UNIHAZ, kita satukan gagasan, kita kuatkan persaudaraan, dan kita teguhkan perjuangan. Bengkulu bukan sekadar titik di peta Indonesia, melainkan bagian dari sejarah dan masa depan gerakan mahasiswa nasional," ungkap Pajar.
Penetapan UNIHAZ sebagai tuan rumah Munas BEM SI ke-XX diharapkan memperkuat posisi mahasiswa Bengkulu dalam gerakan nasional. Momentum ini sekaligus menjadi jalan membangun tradisi intelektual, memperluas solidaritas, dan memperkuat kontribusi mahasiswa bagi masyarakat.