BENGKULU — Tim astrofotografi menghabiskan 101 jam 9 menit pengamatan untuk menangkap tiga objek redup kebiruan di kawasan rasi Cassiopeia, Texas, pada musim gugur 2025. Foto gabungan itu terpilih sebagai Astronomy Picture of the Day (APOD) NASA pada Rabu (21/10/2026), dengan asal-usul ketiga objek yang belum tuntas dijelaskan. Penampakan ini memperluas pemahaman atas wilayah yang sebelumnya dikenal lewat nebula "Hantu Cassiopeia".
Pengamatan panjang itu dirakit dari data teleskop Askar FRA400 dan kamera Player One Poseidon-M Pro, hasil kolaborasi jarak jauh bersama Starfront Observatories di Texas. Louis Leroux mencatat total waktu integrasi 101 jam 9 menit di halaman foto aslinya di AstroBin. Filter khusus yang merekam pancaran oksigen menjadi kunci munculnya ketiga objek dalam bingkai.
Apa yang Terlihat di Bingkai Cassiopeia
Ketiga objek diberi label Object 1, Object 2, dan Object 3. Semuanya tampak kebiruan dan memperlihatkan tanda keberadaan oksigen terionisasi. NASA menegaskan penyebab ionisasi itu masih dalam penelitian, belum ada kesimpulan final.
Warna biru pada wilayah ini lazim muncul dari pantulan cahaya bintang oleh debu, bukan semata emisi gas. Penjelasan NASA soal IC 63 menyebut hidrogen yang terkena radiasi ultraviolet Gamma Cassiopeiae memancarkan cahaya merah, sementara komponen biru datang dari hamburan debu.
Dugaan Asal Object 3: Bow Shock dari Gamma Cassiopeiae
Salah satu hipotesis menyorot Object 3. Struktur itu mungkin terbentuk saat sistem bintang Gamma Cassiopeiae bergerak melewati gas dan debu antarbintang, menumpuk material di depannya seperti air di haluan kapal.
Proses bernama bow shock tersebut dapat memampatkan sekaligus memanaskan gas di sekitarnya. NASA belum memastikan apakah pola yang terekam benar-benar konsisten dengan skenario itu atau hanya efek proyeksi dari struktur yang lebih jauh.
Object 1 dan Kemungkinan Nebula Planetari
Object 1 berpotensi merupakan nebula planetari, dengan catatan bintang katai putih pusatnya berhasil diidentifikasi. Tanpa konfirmasi bintang pusat, klasifikasi itu tetap berstatus kemungkinan. Dua penjelasan untuk Object 1 dan Object 3 sama-sama belum naik ke tingkat temuan pasti.
Konteks: Wilayah "Hantu Cassiopeia" yang Sudah Dikenal
Kawasan ini sebelumnya populer lewat nebula IC 59 dan IC 63 yang dijuluki "Hantu Cassiopeia". Pada IC 63, penampilan seperti selubung melayang berasal dari campuran gas dan debu. Nebula itu berada sekitar 550 tahun cahaya dari Bumi.
Teleskop Antariksa Hubble pernah memotret IC 63 pada 2016, jauh sebelum foto terbaru pilihan APOD ini dipublikasikan. Jarak waktu itu menunjukkan betapa wilayah Cassiopeia terus dipantau dengan perangkat dan teknik berbeda.
Mengapa Pengamatan 100 Jam Penting
Objek redup membutuhkan akumulasi cahaya dalam waktu panjang agar sinyalnya terpisah dari noise. Integrasi lebih dari 100 jam memungkinkan detail struktur yang biasanya hilang dalam eksposur pendek. Pendekatan ini juga membantu astrofotografer amatir dan peneliti memetakan gas terionisasi di sekitar bintang panas.
Tanggal pemilihan foto oleh NASA berbeda dengan waktu pengumpulan gambarnya. Data diambil pada musim gugur 2025, sementara APOD merilisnya pada Rabu (21/10/2026). Selisih itu wajar dalam alur kurasi citra astronomi.
Status ketiga objek masih terbuka: bow shock, nebula planetari, atau kombinasi keduanya. Pengamatan lanjutan dengan spektroskopi dan pencarian bintang pusat akan menentukan jawabannya. Bagi pengguna internet yang mengikuti APOD, foto ini jadi pengingat bahwa langit Cassiopeia masih menyimpan teka-teki yang butuh waktu lama untuk diurai.