JAMBI — Tim Formatur hasil Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kabupaten Tebo telah menuntaskan penyusunan struktur organisasi untuk periode 2026–2031. Dokumen kepengurusan itu resmi diserahkan ke DPD Partai Golkar Provinsi Jambi pada Sabtu (6/6/2026) malam di Caffe Mutiara Senja, kawasan JBC, Kota Jambi.
Penyerahan dilakukan oleh Liga Marisa yang mewakili Ketua Formatur, Khalis Mustiko (KM). Dokumen diterima langsung Sekretaris DPD Golkar Provinsi Jambi, Ir H Ivan Wirata, didampingi Kepala Sekretariat Yuskandar alias ndek.
Soliditas Kader di Balik Rampungnya Kepengurusan
Wakil Ketua DPD Golkar Provinsi Jambi, Dr. (C) Asari Syafii, yang juga anggota Tim Formatur utusan provinsi, menegaskan bahwa selesainya penyusunan ini mencerminkan komitmen kader Golkar Tebo. "Ini menunjukkan mekanisme organisasi dijalankan sesuai ketentuan partai," ujarnya.
Sebelumnya, Musda VI yang digelar di Hotel Alya pada Jumat (27/2/2026) menetapkan Khalis Mustiko kembali sebagai Ketua DPD Golkar Tebo secara aklamasi. Tak ada pesaing dalam pemilihan tersebut, menandakan soliditas internal yang kuat.
Target Kursi di Pemilu Mendatang
Saat ini Golkar mengantongi delapan kursi di DPRD Tebo. Target yang dipasang untuk pemilu berikutnya adalah sembilan kursi. Dalam sambutannya usai terpilih, KM menegaskan komitmen mempertahankan kejayaan partai sekaligus meningkatkan perolehan suara.
Musda juga menetapkan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan 2026–2031. Tim diketuai Khalis Mustiko, dengan anggota As'ari Syafi'i, Liga Marisa, Asriyati, dan H Radi Hartono.
Proses Selanjutnya: Menunggu Pengesahan DPP
Setelah diterima provinsi, susunan pengurus akan diproses lebih lanjut sebelum diteruskan ke DPP Partai Golkar untuk mendapatkan pengesahan. Dengan rampungnya tugas formatur, diharapkan kepengurusan baru bisa segera dikukuhkan dan efektif menjalankan program kerja.
Kegiatan Musda VI sendiri dibuka oleh Sekretaris DPD Golkar Provinsi Jambi, Ivan Wirata, yang mewakili Ketua DPD Golkar Provinsi Jambi, Cek Endra. Golkar Tebo optimistis menghadapi agenda politik ke depan dengan modal konsolidasi dan soliditas kader yang sudah terbangun.