BENGKULU — Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta jajaran kepengurusan baru PMI Provinsi Bengkulu untuk tidak hanya mengandalkan relawan yang sudah ada. Menurutnya, kader-kader baru perlu disiapkan sejak usia muda melalui pembentukan unit relawan di sekolah-sekolah.
"Kami berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan pelayanan kemanusiaan, memperkuat layanan donor darah, mengembangkan relawan hingga ke tingkat sekolah, serta membangun kemitraan yang lebih luas dengan berbagai pihak," kata Helmi Hasan dalam sambutannya di acara pelantikan tersebut.
Mitigasi Bencana dan Edukasi Kesiapsiagaan
Selain soal kaderisasi, Gubernur Helmi juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana di Bengkulu yang merupakan daerah rawan gempa dan longsor. Ia menekankan edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Pengetahuan mengenai kebencanaan perlu tumbuh di tengah masyarakat. Ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya PMI," ujarnya.
Sekda Herwan Antoni Pimpin Kepengurusan Baru
Pelantikan pengurus baru ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Pengurus Pusat PMI Nomor 019/KEP/PP.PMI/IV/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 27 April 2026. Hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) IX PMI Provinsi Bengkulu menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, sebagai Ketua PMI Provinsi Bengkulu untuk periode 2026–2031.
Dalam struktur kepengurusan, Khairil Anwar menjabat sebagai wakil ketua, Hendarini sebagai sekretaris, dan Putri Yati Utami sebagai bendahara. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla.
Komitmen PMI: Profesional, Responsif, dan Terpercaya
Herwan Antoni menyampaikan bahwa amanah yang diberikan akan dijalankan melalui penguatan tata kelola organisasi. Fokus utama meliputi peningkatan pelayanan kemanusiaan, pengembangan kapasitas relawan, serta perluasan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan elemen masyarakat.
"Kami berkomitmen membawa PMI Provinsi Bengkulu menjadi organisasi kemanusiaan yang semakin profesional, responsif, dan terpercaya. Sinergi seluruh pengurus, relawan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan misi kemanusiaan PMI," ujar Herwan Antoni.
Gubernur Helmi menambahkan, penguatan peran PMI membutuhkan sinergi antara organisasi, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Kemitraan yang luas, menurutnya, diperlukan agar program kemanusiaan PMI dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Bengkulu.