Pencarian

Review GMKtec EVO-X3: Mini PC AI Lokal dengan Ryzen AI Max+ 395

Sabtu, 12 September 2026 • 13:19:01 WIB
Review GMKtec EVO-X3: Mini PC AI Lokal dengan Ryzen AI Max+ 395
Mini PC GMKtec EVO-X3 dengan sasis logam CNC-machined tampil berdiri vertikal berukuran 353 x 186 x 41 mm.

BENGKULU — GMKtec EVO-X3 bukan mini PC biasa. Bentuknya berdiri vertikal seperti tower mungil, dengan sasis logam CNC-machined berwarna abu-abu beraksen hijau. Dimensinya 353 x 186 x 41 mm dan bobot 2,3 kg, lebih menyerupai kartu grafis eksternal raksasa ketimbang komputer desktop.

Di balik bodi ramping itu, GMKtec menanam prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395 dari keluarga Strix Halo. Kombinasi CPU 16 core/32 thread Zen 5, GPU Radeon 8060S dengan 40 compute unit RDNA 3.5, dan NPU XDNA 2 berkapasitas 50 TOPS menghasilkan total performa AI hingga 126 TOPS.

Spesifikasi Utama GMKtec EVO-X3

  • CPU: AMD Ryzen AI Max+ 395, 16 core/32 thread, hingga 5,1 GHz, cache L2 16MB + L3 64MB
  • GPU: AMD Radeon 8060S, 40 compute unit RDNA 3.5, hingga 2.900 MHz
  • NPU: AMD XDNA 2, 50 TOPS (total AI hingga 126 TOPS)
  • RAM: 128GB LPDDR5X-8000 terpadu, soldered, tidak bisa di-upgrade, hingga 96GB dialokasikan sebagai memori grafis
  • Penyimpanan: 2TB atau 4TB PCIe 4.0 M.2 2280 NVMe, dua slot, maksimal 16TB
  • Port depan: USB 3.2 Gen 1 5Gbps, USB 2.0, audio 3,5mm
  • Port belakang: HDMI 2.1, USB4 40Gbps, USB 3.2 Gen 2 10Gbps, OCuLink PCIe 4.0 x4, 2.5GbE RJ-45
  • Konektivitas: Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4
  • Daya: adaptor eksternal 230W (19,5V/11,8A)
  • Sistem operasi: Windows 11 Pro, dukungan Ubuntu dan Linux

Memori Terpadu 128GB Jadi Kunci AI Lokal

Kapasitas memori 128GB LPDDR5X-8000 adalah pembeda terbesar EVO-X3 dari mini PC lain. Memori ini menyatu dengan GPU, sehingga Radeon 8060S bisa memuat model AI berukuran besar yang biasanya melebihi VRAM kartu grafis diskrit.

Selama pengujian, model bahasa kecil merespons hampir instan. Model lebih besar memberi penalaran lebih detail dan kualitas tulisan mendekati model cloud. Semua proses bisa berjalan dengan Wi-Fi dimatikan, sepenuhnya offline, tanpa biaya kredit API.

Implikasi praktisnya: foto, rekaman audio, dokumen, dan kode sumber tetap tersimpan di komputer, tidak dikirim ke layanan pihak ketiga.

OCuLink dan Slot SSD Ganda Tambah Fleksibilitas

Konektor OCuLink di panel belakang menyediakan antarmuka PCIe 4.0 x4 untuk kartu grafis desktop eksternal. Ini jalur koneksi lebih langsung dibanding enclosure Thunderbolt atau USB4. Catatannya, OCuLink tidak mendukung hot plug, jadi PC harus dimatikan sebelum memasang atau melepas eGPU.

Dua slot M.2 2280 PCIe 4.0 x4 memungkinkan pemasangan hingga dua drive 8TB. Setelah mengunduh beberapa model dan aplikasi AI, penambahan SSD 4TB tambahan sangat disarankan.

Performa Benchmark

  • Geekbench CPU single-core: 2.619
  • Geekbench CPU multi-core: 9.469
  • Geekbench GPU: 25.645
  • 3DMark Fire Strike overall: 7.429
  • 3DMark Time Spy overall: 3.631
  • 3DMark Wild Life overall: 24.312
  • PCMark Overall: 6.855
  • Crystal Disk Mark baca: 7.045 MB/s; tulis: 6.183 MB/s

Booting dari kondisi dingin ke layar beranda hanya butuh 18 detik. Adobe Premiere Pro, Lightroom, dan Photoshop berjalan mulus. Untuk gaming, EVO-X3 sanggup menjalankan Cyberpunk 2077 dengan pengaturan yang wajar berkat Radeon 8060S.

Software AI Belum Sepenuhnya Siap Pakai

GMKtec menyertakan lingkungan AI lokal bernama Claw yang diklaim mendukung deployment model dan agen sekali klik. Claw terintegrasi dengan Herdsman sebagai manajer model. Sayangnya, saat pengujian, Herdsman mendeteksi NPU tetapi melaporkan bahwa Ryzen AI Max+ 395 belum didukung runtime manifest saat itu.

Solusinya, instal Lemonade beserta runtime Ryzen AI. Setelah itu, utilisasi NPU melonjak mendekati 100% dan model kompatibel berjalan sesuai harapan. Temuan ini menunjukkan klaim "siap pakai tanpa coding" masih perlu dibuktikan.

Beberapa hasil pengujian model AI lokal:

  • Qwen-2.5-1.5B-Instruct-NPU: respons sekitar 1 detik, 25,1 token/detik, RAM 16,7GB
  • Qwen2.5-7B-Instruct-Hybrid: time to first token 0,47 detik
  • gpt-oss-20b-NPU: time to first token 1,67 detik, RAM 25,6GB, kualitas tulisan lebih baik
  • Whisper-Large-v3-Turbo: transkripsi podcast 46 menit selesai sekitar 5 menit dengan akurasi tinggi
  • Generasi gambar lokal: sekitar 2 menit 30 detik per gambar, kualitas memadai untuk eksplorasi konsep

Harga dan Ketersediaan

Konfigurasi 128GB/2TB dijual USD 3.799 (sekitar Rp 62,7 juta) langsung dari GMKtec atau Amazon.com. Di Inggris, harganya £3.030 (sekitar Rp 63,6 juta). Tersedia diskon USD 100 di GMKtec atau 5% di Amazon dengan kode GMKX3DP3. Belum ada informasi resmi soal ketersediaan di Indonesia.

Posisi Dibanding EVO-X2

EVO-X3 memakai prosesor, GPU, dan NPU yang sama dengan EVO-X2. Perbedaannya ada di sasis baru dengan sistem pendinginan lebih baik, konektor OCuLink, kapasitas memori standar 128GB, dan lingkungan AI pra-instal.

Ironisnya, EVO-X2 yang lebih murah justru punya port USB4 di depan dan pembaca kartu SD. EVO-X3 tidak memiliki keduanya. Untuk workstation sekelas ini, absennya USB-C depan terasa mengganggu.

Layak Beli untuk Siapa?

EVO-X3 cocok untuk developer berpengalaman dan profesional kreatif yang rutin menjalankan model AI berukuran besar secara lokal. Kemampuan memproses data sensitif tanpa cloud jadi nilai jual utama.

Jika Anda mengharapkan pengalaman AI seperti perangkat konsumen yang tinggal pakai, tahan dulu. Perlu pemahaman soal model, runtime, server, dan agen eksternal untuk memaksimalkan mesin ini. Pengguna yang hanya butuh mini PC untuk kerja kantor sebaiknya cari opsi lain yang jauh lebih murah.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks