Pencarian

Harga BBM Subsidi Tak Naik 2026, Pemerintah Tambah Anggaran Subsidi

Senin, 14 September 2026 • 05:50:31 WIB
Harga BBM Subsidi Tak Naik 2026, Pemerintah Tambah Anggaran Subsidi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan harga BBM bersubsidi tidak naik pada 2026.

BENGKULU — Keputusan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diumumkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (11/9). Ia menyatakan langkah ini diambil atas arahan Presiden Prabowo Subianto dengan pertimbangan utama melindungi daya beli kelompok menengah ke bawah.

Kebijakan tersebut berlaku ketika harga minyak mentah dunia masih bergerak tinggi. Pemerintah menyadari konsekuensinya: anggaran subsidi harus ditambah jika harga jual di SPBU tidak digeser.

Tekanan Harga Minyak Dunia

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) kini berada di kisaran 106–108 dolar AS per barel, setara Rp1,87 juta–Rp1,9 juta per barel. Angka itu melampaui rata-rata ICP Januari–September 2026 yang hanya 85–90 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,50 juta–Rp1,58 juta per barel.

Selisih inilah yang membuat beban subsidi membengkak. Bahlil tidak menampik bahwa mempertahankan harga BBM subsidi bukan pilihan mudah.

"Memang ini adalah sesuatu yang tidak ringan, ini sesuatu yang berat. Kenapa? Karena pasti penambahan subsidinya nambah," ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (11/9).

Siapa yang Paling Terdampak

Kelompok menengah ke bawah menjadi pihak yang paling merasakan dampak kebijakan ini. Bagi mereka, harga BBM menentukan biaya transportasi harian, ongkos angkut barang, hingga harga kebutuhan pokok di pasar.

Pemerintah menilai stabilitas harga energi membantu menahan inflasi dan menjaga biaya transportasi tetap stabil. Dampak lanjutan yang ingin dihindari adalah kenaikan harga barang secara berantai jika BBM subsidi naik.

"Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting," kata Bahlil.

Opsi Tambahan Anggaran Subsidi

Pemerintah membuka opsi menambah anggaran subsidi untuk mempertahankan keterjangkauan harga energi. Bahlil menyebut langkah itu sebagai bagian dari kebijakan yang sedang dipertimbangkan.

"Menambah anggaran subsidi saya pikir itu bagian daripada langkah yang kita lakukan," tuturnya.

Namun, pemerintah belum merinci besaran tambahan anggaran, durasi kebijakan, atau jenis BBM subsidi yang tercakup. Informasi lengkap mengenai rincian kebijakan dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian ESDM.

Bukan Program Bansos, Tidak Perlu Mendaftar

Keputusan ini bukan program bantuan sosial baru, melainkan kebijakan harga yang berlaku untuk BBM bersubsidi. Masyarakat tidak perlu mendaftar atau mengajukan permohonan untuk menikmati harga yang ditahan.

Pemerintah menekankan pentingnya penyaluran subsidi yang tepat sasaran agar beban fiskal tetap terkendali. Artinya, pengawasan terhadap siapa yang berhak menikmati subsidi tetap menjadi perhatian.

Masyarakat diimbau waspada terhadap pihak yang mengaku dapat mengurus atau mempercepat akses subsidi dengan imbalan uang. Informasi resmi hanya disampaikan melalui Kementerian ESDM dan kanal pemerintah terkait.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.nusaperdana.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks