Pencarian

Nama Ketua PGRI Lebong Catur Sugito Kembali Terseret Dugaan Pungutan Dana BOS dan Jual Beli Jabatan Kepsek

Rabu, 23 September 2026 • 05:46:02 WIB
Nama Ketua PGRI Lebong Catur Sugito Kembali Terseret Dugaan Pungutan Dana BOS dan Jual Beli Jabatan Kepsek
Ketua PGRI Lebong Catur Sugito kembali disebut dalam dugaan pungutan dana BOS dan jual beli jabatan kepala sekolah.

LEBONG — Sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang dihimpun wartawan menyebut Catur Sugito menanyakan besaran dana BOS yang akan diberikan kepada Kepala Dinas dan Kepala Bidang di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebong. Pertanyaan itu muncul dalam percakapan dengan Marno Areko, yang diduga menjadi perantara sejumlah permintaan uang.

Dalam percakapan tersebut, Catur disebut menulis pesan yang menanyakan nominal dana BOS untuk pejabat dinas. Marno menjawab bahwa besaran dana dihitung berdasarkan jumlah siswa pada masing-masing satuan pendidikan.

Besaran Dana BOS untuk Kadis dan Kabid Belum Ditetapkan

Nominal dana BOS yang diperuntukkan bagi Kepala Dinas dan Kepala Bidang di Dinas Dikbud Lebong belum diputuskan. Marno disebut menyatakan keputusan masih menunggu kesepakatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Percakapan lain yang beredar juga membahas pengembalian uang kepada sejumlah calon kepala sekolah yang batal dilantik pada Februari lalu. Catur disebut meminta proses pengembalian uang itu disampaikan kepada Kepala Dinas.

“No, kalau ndak balikkan duit kawan-kawan yang idak jadi tu kito balikkan besok,” demikian bunyi pesan yang disebut berasal dari Catur Sugito.

Dalam percakapan lainnya, uang milik seorang calon kepala sekolah bernama Amirul disebut akan dititipkan kepada Marno. Pesan itu juga menyebut uang milik dua calon lain, yakni Sis dan Yin.

“Duit Pak Amirul aku titip dengan Marno besok, termasuk punyo Sis dan Yin,” demikian isi pesan yang beredar.

Catur juga disebut meminta agar pengembalian uang tersebut disampaikan kepada kepala dinas. “Tapi wajib kito sampaikan dengan Pak Kadis, biar idak keno marah,” demikian pesan lainnya.

Kesaksian Amirul soal Permintaan Rp 20 Juta

Sebelumnya, mantan kepala sekolah dasar di Kabupaten Lebong, Amirul, mengaku pernah diminta menyetorkan uang Rp 20 juta agar tetap menjabat sebagai kepala sekolah. Permintaan itu, menurut dia, disampaikan menjelang mutasi besar-besaran kepala sekolah tingkat SD dan SMP oleh Pemerintah Kabupaten Lebong.

Amirul menyebut permintaan tersebut datang dari seseorang bernama Marno Areko. Uang itu disebut sebagai “mahar” agar Amirul kembali menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah yang sebelumnya ia pimpin.

“Saya ini dulu kepala sekolah di salah satu SD. Sewaktu mendekati mutasi kepala sekolah, saya justru dimintai uang sebesar Rp.20 juta agar tetap menjabat sebagai kepala sekolah SD yang sebelumnya saya pimpin,” kata Amirul, Jumat (11/9/2026).

Menurut Amirul, permintaan itu disampaikan ketika ia berada di kediaman Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong, Fahrurrozi, di Desa Taba Baru II, Kecamatan Lebong Atas. Ia mengaku permintaan uang itu turut didengar sejumlah orang yang berada di rumah tersebut, yakni Fahrurrozi, Sirmanto yang disebut sebagai Kepala Bidang Kebudayaan, Suhadi, serta Catur Sugito.

“Saat itu saya sedang di rumah Fahrurrozi (Kadis Dikbud-red). Di situlah Marno Areko meminta saya menyetorkan uang Rp.20 juta jika saya masih ingin menjadi kepala sekolah. Saat itu di kediaman Fahrurrozi juga ada Sirmanto, Suhadi, dan juga Catur,” ujar Amirul.

Nama Catur Sudah Terseret Sejak Polemik Mutasi 80 Kepsek

Nama Catur Sugito sebelumnya ikut terseret dalam dugaan jual beli jabatan pada proses pengangkatan 80 kepala sekolah jenjang SD dan SMP dalam mutasi besar-besaran yang dilakukan Pemkab Lebong. Sejumlah pihak mempertanyakan posisi Catur sebagai ketua PGRI daerah dalam proses tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Catur Sugito belum menjawab pertanyaan wartawan terkait kebenaran informasi dan tangkapan layar percakapan yang beredar. Pemerintah Kabupaten Lebong juga belum memberikan keterangan resmi soal dugaan pengkondisian dana BOS dan permintaan uang kepada calon kepala sekolah.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sentralnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks