JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa investasi Microsoft di Indonesia harus berdampak jangka panjang, bukan hanya menempatkan Indonesia sebagai pasar. Harapan itu disampaikan dalam pertemuan dengan pimpinan raksasa teknologi global tersebut.
Microsoft sebelumnya mengumumkan komitmen investasi 1,7 miliar dolar AS atau setara Rp27,6 triliun pada 2024. Meutya menyebut investasi itu perlu diarahkan agar memperkuat kapasitas teknologi dalam negeri.
Indonesia Diminta Jadi Pusat Infrastruktur Digital, Bukan Sekadar Pasar
Menurut Meutya, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membutuhkan infrastruktur yang tangguh, inklusif, dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat serta industri. Pemerintah berharap Microsoft memandang Indonesia sebagai bagian dari pusat pengembangan infrastruktur dan inovasi digital di kawasan.
"Kami berharap Indonesia dapat semakin menjadi bukan hanya pasar penting bagi Microsoft, tetapi juga pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan," kata Meutya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Selain investasi infrastruktur, pemerintah mendorong investasi teknologi berjalan seiring peningkatan kapasitas nasional. Kolaborasi dengan Microsoft diharapkan membuka ruang bagi institusi, pelaku usaha, pengembang, dan perusahaan teknologi Indonesia untuk mengembangkan kemampuan serta memanfaatkan keahlian teknologi global.
Cakupan Kerja Sama: AI, Cloud, Keamanan Siber, hingga Tata Kelola
Kerja sama tersebut mencakup kecerdasan artifisial (AI), teknologi cloud, keamanan siber, dan tata kelola teknologi yang bertanggung jawab. Pemerintah juga mendorong keterkaitan antara pengembangan keterampilan digital dan kebutuhan industri.
Tujuannya agar talenta yang dihasilkan memiliki akses terhadap peluang kerja dan pengembangan karier di sektor digital.
"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia," tutur Meutya.
Kerangka Tata Kelola AI Nasional Sedang Disiapkan
Dalam pengembangan AI, pemerintah menyampaikan langkah Indonesia menyiapkan kerangka tata kelola AI nasional melalui rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI. Kerangka itu diarahkan memberi kepastian bagi pengembangan AI yang etis, aman, inklusif, dan bertanggung jawab.
"Kami ingin memastikan bahwa regulasi tidak menghambat inovasi, tetapi, justru memberikan perlindungan dan kepastian yang tepat agar AI dapat berkembang secara bertanggung jawab," kata Meutya menjelaskan.
Pelindungan Anak di Ruang Digital Masuk Pembahasan
Pembahasan juga mencakup pelindungan anak di ruang digital dan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Meutya mengajak Microsoft memperkuat kolaborasi melalui penerapan prinsip keamanan sejak tahap perancangan teknologi.
"Ke depan, kami ingin memperdalam komitmen Microsoft terhadap Indonesia melalui investasi infrastruktur digital, transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi yang lebih kuat untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia," ujar Meutya.
Kemitraan dengan Microsoft diharapkan berkontribusi pada agenda Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kapabilitas dan daya saing digital nasional.