BENGKULU UTARA — Turnamen bola basket antar pelajar yang digelar FFAB Bengkulu Utara mempertandingkan dua kategori sekaligus, putra dan putri, di tiga jenjang pendidikan. Panitia menyebut format ini sengaja dipilih agar ruang kompetisi bagi pelajar jauh lebih luas dibanding turnamen yang hanya menyasar satu jenjang.
Selama empat hari pertandingan, peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan teknis. Penilaian juga menyentuh sportivitas, kerja sama tim, dan disiplin selama pertandingan berlangsung.
Ajang Mencari Bibit Atlet Sejak Usia Dini
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Pelatih Utama FFAB Bengkulu Utara Fahrino Riskiawan mengatakan turnamen ini tidak sekadar mencari bibit atlet basket di kalangan pelajar. Menurut dia, ada target yang lebih luas di balik penyelenggaraannya.
"Ya kami dari pengurus FourtyFive Academy Basketball Bengkulu Utara mengadakan turnamen basket pertama. Lewat turnamen ini kami ingin gairah cabor bola basket di Bengkulu Utara kembali hidup dan makin banyak juga minat anak-anak muda untuk cabor bola basket ini," ujar Fahrino kepada RRI, Senin 1 Oktober 2026.
Kompetisi antar pelajar dinilai menjadi salah satu sarana paling efektif untuk memperkenalkan sekaligus mendorong perkembangan olahraga basket di daerah. Pembinaan atlet usia dini hingga remaja butuh jam terbang yang cukup, dan turnamen semacam ini menyediakan panggung itu.
Harapan agar Jadi Agenda Rutin Tahunan
Pengurus FFAB Bengkulu Utara berharap kegiatan serupa bisa berjalan berkelanjutan. Ekosistem bola basket di daerah dinilai hanya akan berkembang jika kompetisi digelar secara konsisten, bukan sekadar sekali jalan.
"Tentu kami berharap kedepanya setiap sekolah yang ada di Bengkulu Utara dapat mengirimkan tim basketnya untuk mengikuti turnamen-turnamen basket, baik itu dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Selain itu kami juga berharap Pemerintah Daerah Bengkulu Utara dan instansi terkait dapat terus mendukung kegiatan kami sehingga bisa menjadi agenda rutin tahunan di Bengkulu Utara," ucapnya.
Dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi kunci jika turnamen ini ingin naik kelas. Tanpa sokongan anggaran dan fasilitas, agenda tahunan yang diharapkan panitia sulit terwujud.
Bagi para pemain muda, semakin banyak kompetisi berarti semakin banyak kesempatan mengasah kemampuan sebelum mengikuti ajang yang lebih tinggi. Turnamen FFAB kali ini menjadi titik awal yang diharapkan tidak berhenti di satu edisi.