BENGKULU — Penurunan tajam terjadi pada perdagangan awal pekan ketika spot gold menyentuh sekitar US$4.111 per ounce. Tekanan datang dari tiga arah sekaligus: yield Treasury Amerika Serikat yang melonjak, dolar AS yang menguat, dan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Meski tekanan fundamental masih dominan, sinyal teknikal mulai menunjukkan arah berbeda. Pada timeframe H1, pola Bullish Engulfing terbentuk di sekitar level support 4.111 — indikasi tekanan beli kembali muncul setelah harga jatuh dalam.
Mengapa Yield Treasury AS Jadi Faktor Utama Penekan Emas
Reuters melaporkan yield Treasury AS tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Juni 2007. Kenaikan itu membuat opportunity cost memegang emas ikut naik, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 70% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Ekspektasi pengetatan moneter itu memperkuat dolar AS dan menambah beban bagi harga emas.
Harga minyak yang tetap tinggi akibat ketegangan AS-Iran turut menambah kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa The Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Level 4.111 dan Resistance 4.160–4.202 Jadi Area Kunci
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menyebut level 4.111 sebagai area penting bagi pergerakan emas dalam jangka pendek. Menurutnya, selama support tersebut mampu menahan tekanan jual, XAUUSD berpotensi melakukan koreksi kenaikan menuju resistance terdekat pada kisaran 4.160 hingga 4.202.
Pergerakan harga di sekitar resistance 4.160–4.202 akan menjadi area penting untuk melihat apakah rebound dapat berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual. Peluang kenaikan tersebut masih perlu dilihat sebagai koreksi terhadap tren pelemahan sebelumnya.
Risiko Geopolitik Masih Beri Dukungan Terbatas
Ketidakpastian hubungan AS-Iran dan gangguan arus energi melalui kawasan Timur Tengah berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Namun untuk saat ini, tekanan dari kenaikan yield dan dolar masih menjadi faktor dominan yang membatasi ruang penguatan XAUUSD.
Pelaku pasar dapat mencermati respons harga ketika mendekati area resistance tersebut. Perkembangan dolar AS, Treasury yield, harga minyak, dan konflik AS-Iran menjadi katalis utama yang dapat memengaruhi pergerakan emas hari ini.
Profil Dupoin Futures
Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia) adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Perusahaan ini telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004.
Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor 26/AK-KBI/IX/2004. Perusahaan tercatat sebagai anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dengan nomor keanggotaan 176/REG/AFT/SU, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.