BENGKULU — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 0,82% ke level 5.974 pada perdagangan Rabu (14/10), meski investor asing membukukan jual bersih Rp 1,16 triliun di sesi pertama. Sebanyak 391 saham naik, 227 terkoreksi, dan 170 stagnan. Penguatan indeks terjadi di tengah tekanan jual asing yang terkonsentrasi di saham komoditas dan perbankan.
Data Stockbit Sekuritas menunjukkan nilai jual asing mencapai Rp 2,66 triliun, sementara sisi beli hanya Rp 1,50 triliun. Selisih keduanya membuat net foreign sell menembus Rp 1,16 triliun pada sesi I perdagangan hari ini.
Meski begitu, seluruh sebelas sektor di Bursa Efek Indonesia kompak menghijau. Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,43%, disusul sektor lain yang juga mencatat penguatan.
Tiga Saham yang Paling Banyak Dijual Asing
Tekanan jual asing terpusat pada tiga emiten besar. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai Rp 21,47 miliar, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 20,18 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 18,99 miliar.
Nilai transaksi saham siang ini tercatat Rp 6,23 triliun dengan volume 18,13 miliar saham dan frekuensi 884,89 ribu kali. Kapitalisasi pasar IHSG berada di Rp 10.512 triliun.
Teknologi dan Barito Pacific Jadi Penopang Indeks
Sektor teknologi mencatat kenaikan terbesar 2,43%. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menguat 1,58% ke Rp 386 dan menjadi salah satu penopang sektor tersebut.
Dari jajaran top gainers, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melesat 11,83% ke Rp 1.465. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) naik 9,24% ke Rp 5.200, dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menguat 7,95% ke Rp 3.800.
Di sisi lain, PT Pakuan Tbk (UANG) turun 5,57% ke Rp 3.220. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) terkoreksi 5,26% ke Rp 540, dan PT MD Entertainment Tbk (FILM) melemah 2,60% ke Rp 535.
Bursa Asia Bervariasi, IHSG Masih Tertekan Secara YTD
Bursa saham regional bergerak mixed. Indeks Hang Seng naik 0,68%, Nikkei tumbuh 0,53%. Sebaliknya, Shanghai Composite turun 0,21% dan Straits Times tergelincir 0,01%.
Secara year to date, IHSG masih anjlok 30,91% dan turun 7,19% dalam sebulan terakhir. Kinerja indeks yang tertekan jangka panjang ini membuat investor asing cenderung memilih keluar dari pasar saham Indonesia.
Bagi investor, net sell asing yang besar di tengah kenaikan indeks menunjukkan penguatan sesi ini lebih didorong aksi beli lokal. Pola ini perlu dicermati untuk melihat keberlanjutan tren di sesi berikutnya.