BENGKULU — Kabut asap menyelimuti kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, dan menutup panorama yang menjadi daya tarik utama wisatawan di Pelabuhan Ajibata menuju Samosir. Sejumlah pengunjung yang sudah merencanakan liburan jauh-jauh hari mengaku kecewa karena pemandangan danau nyaris tak terlihat. Kondisi ini berlangsung lebih lama dari perkiraan mereka, bukan sekadar satu atau dua hari.
Fikri Siagian (30), wisatawan asal Labuhanbatu Utara, sengaja membawa keluarga besarnya berlibur ke Samosir untuk menikmati destinasi yang selama ini kerap dilihatnya di media sosial. Ia sudah menyiapkan rencana tiga hari di kawasan tersebut. Namun, setibanya di Pelabuhan Ajibata, panorama Danau Toba yang biasanya menjadi momen paling ditunggu dalam perjalanan menuju Samosir justru tertutup kabut asap.
Keluhan Wisatawan: Panorama Jadi Putih Asap
"Kecewa sih, karena biasanya pemandangan pas menyebrang (dari Pelabuhan Ajibata ke Samosir) ini yang ditunggu," kata Fikri saat diwawancarai, Jumat (16/10/2026), dikutip dari detikSumut.
Fikri sebenarnya sudah mengetahui kondisi Danau Toba dari pemberitaan di media sosial. Ia mengira kabut asap hanya berlangsung satu atau dua hari, sehingga tetap berangkat bersama keluarganya.
"Rencana mau 3 hari di Samosir. Memang sudah lihat di sosmed kalau Danau Toba ditutup kabut. Kami pikir cuma sehari dua hari, rupanya pas datang masih ketutup," ujarnya.
Rencana Liburan yang Sudah Matang
Keluhan serupa datang dari Ika (25). Ia dan temannya telah merencanakan perjalanan ke kawasan Danau Toba sejak jauh hari, termasuk memesan hotel.
"Memang sudah jauh-jauh hari direncanakan. Sudah pesan hotel dan segala macamnya," kata Ika.
Menurut Ika, kabut asap cukup mengganggu perjalanan wisatanya. Selain membuat khawatir, kondisi tersebut membuat panorama Danau Toba yang ingin dinikmati wisatawan sama sekali tidak terlihat.
"Khawir juga sebenarnya dan mengganggu. Apalagi pemandangannya nggak kelihatan lagi kan, cuman warna putih asap. Pemandangannya jadi hilang," ujarnya.
Dampak bagi Rencana Perjalanan Wisatawan
Kabut asap di Sumatera Utara tidak hanya menutup lanskap danau, tetapi juga merusak pengalaman perjalanan yang sudah direncanakan berbulan-bulan. Bagi wisatawan yang memesan hotel dan paket perjalanan jauh hari, perubahan kondisi cuaca seperti ini sulit diantisipasi.
Fikri mengaku tetap senang bisa menghabiskan waktu bersama keluarga meski panorama Danau Toba tak bisa dinikmati maksimal. Ia berharap kondisi kabut asap segera membaik agar wisatawan kembali bisa menikmati keindahan Danau Toba.
Ika berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani kabut asap yang menyelimuti kawasan Danau Toba.
Tips bagi yang Tetap Berencana ke Danau Toba
Bagi traveler yang sudah terlanjur memesan perjalanan ke Samosir, pantau kondisi cuaca dan kualitas udara beberapa hari sebelum keberangkatan. Informasi terkini soal kabut asap dapat dikonfirmasi ke dinas pariwisata setempat atau pengelola akomodasi di kawasan Danau Toba.
Siapkan rencana cadangan kegiatan indoor, seperti mengunjungi desa adat atau museum, agar liburan tetap berjalan saat panorama danau tertutup asap. Wisatawan juga sebaiknya memantau pengumuman resmi terkait kondisi jalur penyeberangan Ajibata–Samosir.
Kabut asap menjadi pengingat bahwa faktor cuaca dan lingkungan bisa mengubah pengalaman wisata di destinasi alam terbuka seperti Danau Toba. Memantau kondisi terkini sebelum berangkat menjadi langkah paling praktis agar rencana liburan keluarga tidak berakhir dengan kekecewaan.