BENGKULU — Xiaomi memastikan bakal membawa mobil listriknya ke Indonesia dengan probabilitas 100 persen, meski tanggal peluncurannya belum ditetapkan. Sebelum menyentuh pasar Tanah Air, Xiaomi lebih dulu mengekspansi kendaraan listriknya ke Eropa mulai kuartal ketiga 2027 lewat kerja sama dengan dealer setempat. Jerman menjadi salah satu negara pertama yang dituju dalam rencana ekspansi global tersebut.
Kepastian itu disampaikan Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng, dalam konferensi pers usai peluncuran Redmi Note 17 Series di Jakarta. Menurut Michael, Xiaomi masih menunggu momen yang tepat untuk membawa lini mobil listriknya ke pasar Indonesia.
"Jadi untuk pertanyaan ini, 100 persen kami akan membawa produk mobil (listrik) ke pasar ini. Namun saat ini jika boleh jujur kita masih harus menunggu," kata Michael, dikutip dari Antaranews, Jumat (18/9).
Xiaomi sedang menyiapkan ekspansi bisnis mobil listrik ke pasar global setelah memperkuat posisinya di China. Untuk tahap awal, perusahaan akan masuk ke Eropa, dengan Jerman sebagai salah satu pasar pertama yang dituju.
Masuknya Xiaomi ke Jerman dijadwalkan pada kuartal ketiga 2027 melalui kerja sama dengan dealer kendaraan setempat. Skema ini memungkinkan Xiaomi memanfaatkan jaringan distribusi yang sudah ada tanpa harus membangun infrastruktur penjualan dari nol.
Setelah Eropa, Xiaomi masih ingin melihat respons pasar terhadap ekspansi global tersebut sebelum memperluas penjualan ke negara lain. Meski waktunya belum diumumkan, Indonesia dipastikan masuk dalam rencana ekspansi mobil listrik Xiaomi.
Michael menegaskan Indonesia memiliki bobot strategis dalam peta bisnis Xiaomi secara global. Karena itu, ia meminta pasar lokal tidak khawatir soal kehadiran mobil listrik Xiaomi.
"Di Indonesia kami masih harus menunggu. Tapi saya rasa kami akan hadirkan segera karena Indonesia sangat penting bagi Xiaomi di pasar global jadi jangan khawatir," kata dia.
Pernyataan tersebut memperjelas posisi Indonesia dalam rencana jangka panjang Xiaomi, meski belum ada kepastian soal model apa yang akan dijual, harga, maupun skema distribusinya di Tanah Air.
Xiaomi mulai masuk ke industri otomotif pada akhir 2023 dengan meluncurkan sedan listrik SU7. Setelah itu, lini kendaraan listrik Xiaomi terus bertambah. Saat ini perusahaan memiliki sejumlah model seperti SU7 Ultra dan YU7.
Penguatan bisnis mobil listrik di China menjadi modal Xiaomi sebelum melangkah ke pasar global. Eropa menjadi salah satu wilayah pertama yang dituju mulai tahun depan, sebelum akhirnya merambah pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Bagi konsumen Indonesia, kepastian soal model, harga, dan jaringan layanan purnajual mobil listrik Xiaomi masih harus ditunggu. Yang jelas, Xiaomi tidak menutup kemungkinan hadir lebih cepat dari perkiraan banyak pihak, bergantung pada hasil ekspansi di Eropa.