BENGKULU — Carlos Espí kembali menjadi penyelamat Real Madrid. Penyerang 21 tahun itu mencetak gol kemenangan di menit 88 saat Madrid menang 3-2 atas Elche di Martínez Valero, Selasa malam, setelah sempat kehilangan keunggulan dua gol.
Kemenangan ini terasa dramatis bukan tanpa alasan. Madrid sudah unggul dua gol dalam setengah jam pertama dan tampak akan menutup laga dengan santai. Namun tuan rumah bangkit lewat gol Abiel Osorio di menit 71 dan Fer Niño di menit 83, memaksa skor menjadi 2-2 dan mengubah jalannya pertandingan.
Gol Espí di Menit 88 Selamatkan Madrid dari Kehancuran
José Mourinho mengambil langkah berani dengan memasukkan Espí yang juga merupakan teman satu flatnya. Pelatih asal Portugal itu mendekati Espí di pinggir lapangan, membisikkan sesuatu, dan menyelipkan selembar kertas kecil terlipat ke tangannya. Isi pesan itu tidak terbaca jelas, tapi hasilnya terlihat nyata.
Jude Bellingham melakukan penetrasi dan melepas umpan matang. Kylian Mbappé menyambut dan memberikan bola kepada Espí yang berdiri bebas. Tanpa ragu, penyerang muda itu menuntaskan peluang dan membawa Madrid memimpin kembali. Staf dan pemain cadangan berlari ke pinggir lapangan merayakan gol tersebut.
Statistik: Elche Lebih Dominan di Babak Kedua
Elche sebenarnya tampil lebih agresif setelah jeda. Mereka menguasai bola lebih banyak dan menciptakan peluang yang setara dengan Madrid. Bahkan, tuan rumah sempat percaya bisa membalikkan keadaan dan meraih kemenangan.
- Penguasaan bola Elche lebih tinggi di babak kedua
- Jumlah tembakan tepat sasaran kedua tim seimbang
- Madrid hanya mencetak satu gol dari empat peluang emas di babak pertama
- Espí mencetak dua gol dalam total 42 menit bermain musim ini
Siapa Carlos Espí, Penyerang yang Kini Disebut Joselu Junior
Nama Espí memang belum familiar bagi banyak penggemar sepak bola. Ia lahir di Tavernes, tak jauh dari Elche, dan merupakan pemain yang baru mencuat dalam setahun terakhir. Musim lalu, ia menjadi pahlawan Levante dengan 11 gol dalam 25 pertandingan untuk menyelamatkan klub dari degradasi.
Madrid kemudian menebus klausul pembebasannya. Sejak itu, ia mulai menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang nomor 9 klasik yang kuat dan berani duel dengan bek tengah. Thibaut Courtois bahkan menyebutnya "binatang" karena keberaniannya dalam sesi latihan melawan Antonio Rüdiger.
Rekan-rekan setimnya menjulukinya Joselu Junior. Rasio golnya sejauh ini menjadi yang terbaik di klub, dengan dua gol hanya dalam 42 menit penampilan.
Dampak Kemenangan bagi Madrid dan Persaingan La Liga
Kemenangan ini sangat berarti bagi Madrid yang tengah bersaing ketat dengan Barcelona di puncak klasemen. Hasil di Martínez Valero menjaga momentum Madrid menjelang derby melawan Atlético Madrid akhir pekan nanti.
La Liga pekan keenam belum selesai sepenuhnya. Real Sociedad dan Celta Vigo bermain imbang 0-0 dua pekan lalu, sementara laga Levante melawan Athletic Bilbao terpaksa ditunda karena badai besar dan genangan air setinggi lutut di sekitar terowongan stadion. Wasit menilai kondisi tersebut "berbahaya" untuk dilanjutkan.
Betis dan Villarreal akan bertanding pada Kamis, dua tim yang disebut Lamine Yamal sebagai klub yang paling ia nikmati tontonannya. Sementara itu, Pierre-Emerick Aubameyang untuk pertama kalinya gagal mencetak gol musim ini.