BENGKULU — Surat keputusan anyar DPP PPP mengesahkan perubahan susunan kepengurusan DPW PPP Provinsi Bengkulu untuk masa bakti 2021–2026. Erwin Octavian ditunjuk sebagai Plt Ketua, berpasangan dengan Riki Supriadi di posisi Sekretaris.
Langkah itu diambil DPP dengan mempertimbangkan permohonan penundaan pelaksanaan Musyawarah Wilayah DPW PPP Bengkulu. DPP juga menilai stabilitas politik internal dan keberlangsungan roda organisasi partai perlu dijaga lebih dulu.
Melalui keputusan tersebut, DPP PPP mencabut dan membatalkan SK Nomor 0067/SK/DPP/WIII/2026 tertanggal 10 Februari 2026. SK lama itu sebelumnya mengesahkan susunan pengurus dan kepengurusan DPW PPP Bengkulu masa bakti 2026–2031 dengan April Yones sebagai ketua.
SK Nomor 1328/SK/DPP/WVIII/2024 beserta lampirannya juga dinyatakan tidak berlaku lagi sejak keputusan terbaru diberlakukan. Kepengurusan baru mendapat tugas melakukan konsolidasi dan penataan organisasi secara efektif.
DPP PPP memberi tenggat kepada DPW PPP Bengkulu untuk menuntaskan konsolidasi hingga terlaksananya Muswil yang sah sesuai AD/ART hasil Muktamar X PPP. Batas waktunya paling lambat Desember 2026.
Keputusan berlaku sejak tanggal ditetapkan dan menjadi pedoman bagi pihak terkait dalam menjalankan roda organisasi partai di Provinsi Bengkulu. Dalam pertimbangannya, DPP menegaskan bahwa Muswil merupakan forum permusyawaratan tertinggi partai di tingkat wilayah.
Plt Ketua DPW PPP Bengkulu Erwin Octavian mengajak seluruh kader, pengurus, dan simpatisan menghormati keputusan DPP. Menurut Erwin, perubahan kepengurusan harus disikapi secara dewasa dengan mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Dengan adanya keputusan DPP yang baru, mari kita hormati dan jalankan bersama. Saya mengajak seluruh kader PPP di Bengkulu untuk kembali merapatkan barisan. Tidak perlu lagi ada sekat atau perselisihan berkepanjangan. PPP adalah rumah besar kita bersama, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga persatuan dan membesarkan partai," ujar Erwin.
Ia menegaskan kepengurusan baru bertanggung jawab merangkul seluruh elemen partai tanpa membedakan latar belakang maupun pandangan dalam dinamika internal sebelumnya. Semangat rekonsiliasi itu diharapkan menjadi landasan konsolidasi hingga tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan.
Erwin menilai PPP Bengkulu punya modal politik yang perlu dipertahankan dan dikembangkan untuk menghadapi Pemilu 2029. Salah satunya keberhasilan partai mengantarkan kader menjadi Ketua DPRD di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Seluma.
Menurutnya, capaian itu merupakan hasil perjuangan bersama yang harus menjadi motivasi bagi seluruh kader. Soliditas organisasi, perluasan dukungan masyarakat, dan penguatan kepercayaan publik menjadi tiga hal yang perlu terus didorong.
"Mari kita rapatkan barisan dan melanjutkan prestasi yang sudah diraih PPP Bengkulu dengan memenangkan kader menjadi Ketua DPRD di Bengkulu Tengah dan Seluma. Jika kita solid, saling mendukung, dan bekerja bersama, insyaallah pada Pemilu 2029 nanti PPP bisa lebih kuat, lebih besar, serta semakin dipercaya masyarakat," ungkap Erwin.
Konsolidasi pascapenerbitan SK diarahkan tidak hanya pada penataan kepengurusan, tetapi juga penguatan kerja politik dan pelayanan kepada masyarakat. Seluruh kader diminta mengesampingkan perbedaan dan mengarahkan energi organisasi untuk target politik yang lebih besar.