Pencarian

Pertamina di ASCOPE ke-51 Bali Tekankan Kolaborasi Energi ASEAN

Selasa, 27 Oktober 2026 • 13:21:31 WIB
Pertamina di ASCOPE ke-51 Bali Tekankan Kolaborasi Energi ASEAN
Forum ASCOPE ke-51 di Sanur, Bali, mempertemukan institusi energi ASEAN untuk membahas ketahanan pasokan dan investasi migas.

BENGKULU — PT Pertamina (Persero) menyerukan penguatan kerja sama energi antarnegara ASEAN dalam forum 51st ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) di Sanur, Bali. Forum bertema "Strengthening Resilience Through Collaboration" itu mempertemukan institusi energi kawasan untuk membahas ketahanan pasokan, investasi migas, dan keberlanjutan aset.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan seruan tersebut dalam rangkaian agenda ASCOPE ke-51 yang berlangsung di The Meru, Sanur, Bali, Senin (26/10). Menurut Simon, ketahanan energi bukan sekadar soal kemampuan memenuhi kebutuhan hari ini.

Ia menekankan bahwa sistem energi yang dibangun sekarang harus mampu melayani generasi mendatang. Pernyataan itu disampaikan Simon melalui keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Makna Ketahanan Energi Menurut Pertamina

Simon menjelaskan, ketahanan di sektor energi mencakup tiga hal sekaligus: memenuhi kebutuhan masyarakat, menopang perekonomian, dan menjaga pasokan jangka panjang. Karena itu, kolaborasi lintas negara menjadi kunci.

"Di sektor energi, ketahanan berarti memastikan bahwa sistem yang kita andalkan saat ini mampu terus memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung perekonomian, dan melayani generasi mendatang," ujarnya.

Dalam forum itu, Simon mengangkat tema "Nusantara in Harmony" untuk menggambarkan pentingnya kerja sama di tengah keberagaman negara ASEAN. Ia menganalogikan kolaborasi regional seperti orkestra: tiap instrumen berbeda, tetapi saling melengkapi.

"Kekuatan kita bukan terletak pada upaya menjadikan setiap negara sama, melainkan pada kemampuan untuk mendorong setiap negara menyumbangkan keunggulan dan kapasitas uniknya demi mencapai tujuan bersama," jelas Simon.

Lima Dekade ASCOPE sebagai Wadah Tukar Pengetahuan

Simon mencatat, lebih dari lima dekade ASCOPE berperan sebagai wadah institusi energi kawasan untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, anggota ASCOPE, dan para mitra atas dukungan mereka.

"Kepada rekan-rekan pemerintah, terima kasih atas arahan dan dukungan yang terus diberikan. Kepada sesama anggota ASCOPE dan para mitra, terima kasih telah hadir serta atas kepercayaan dan komitmen yang Anda berikan kepada komunitas ini," tegasnya.

Tantangan Hulu Migas: Lapangan Tua dan Investasi Eksplorasi

Persoalan lain yang dibahas dalam forum adalah pengelolaan aset hulu minyak dan gas bumi. ASCOPE Secretary in Charge (ASIC) Henricus Herwin menyoroti tantangan mempertahankan produktivitas lapangan yang sudah beroperasi puluhan tahun.

Di saat bersamaan, industri dituntut mendorong investasi eksplorasi baru agar aset migas tetap menarik bagi investor dan produksi bisa berlanjut lebih lama. Pembahasan itu berlangsung dalam forum Exploration and Production Task Force (EPTF), bagian dari rangkaian ASCOPE.

Henricus juga menyoroti pengelolaan akhir masa operasi, termasuk pembongkaran fasilitas. Menurut dia, proses itu harus dilakukan secara aman, bertanggung jawab, dan efisien dari sisi biaya.

"Dengan berbagi bukti, data, dan pengalaman di lingkungan ASCOPE, kita dapat membantu setiap anggota mengambil keputusan yang lebih baik terkait aset masing-masing serta mengubah pengetahuan di tingkat regional menjadi hasil yang nyata," papar Henricus.

Pertukaran Data Jadi Kunci Pengambilan Keputusan

Henricus menilai tantangan pengelolaan aset migas merupakan persoalan bersama yang butuh pertukaran pengetahuan antarnegara. Forum EPTF, kata dia, memberi ruang bagi peserta mendiskusikan tantangan operasional dan mengajukan pertanyaan kritis.

Peserta juga dapat membangun jejaring yang mendukung penyelesaian persoalan industri ke depan. Melalui ASCOPE, Henricus berharap kolaborasi regional terus menghasilkan pertukaran pengetahuan dan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi kawasan.

Sinergi itu dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi aset migas, mendorong investasi, dan menjaga keberlanjutan industri energi demi memenuhi kebutuhan ASEAN.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks