Bengkulu - Makanan khas Bengkulu selalu menarik untuk dicoba. Jika belum pernah mencicipinya, ini saat yang tepat untuk mengeksplorasi kuliner unik dari provinsi di barat Pulau Sumatera ini.
Bengkulu dikenal sebagai Bumi Rafflesia karena menjadi habitat bunga Rafflesia arnoldii yang terkenal.
Selain keindahan alamnya, provinsi ini juga memiliki berbagai hidangan khas yang menggugah selera dan berbeda dari daerah lain.
Bagi para pecinta kuliner, mencicipi makanan dari Bengkulu menjadi pengalaman yang wajib. Setiap sajian menyimpan cita rasa tradisional yang autentik dan sering menjadi daya tarik wisatawan.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati kelezatan makanan khas Bengkulu saat berkunjung ke provinsi ini!
Kuliner dari Bengkulu dikenal dengan ragam rasa yang khas, mulai dari manis, gurih, pedas, hingga asam.
Banyak hidangan tradisional memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti ikan laut, daging hiu, rebung, durian, serta berbagai rempah sebagai bumbu utama, sehingga menghasilkan cita rasa yang autentik dan berbeda dari daerah lain.
Salah satu keunikan rasa masakan Bengkulu adalah kombinasi gurih dan pedas, contohnya pada hidangan pendap yang dibuat dari ikan laut, dibumbui rempah-rempah dan kelapa parut, dibungkus daun talas, kemudian dikukus selama delapan jam hingga meresap sempurna.
Selain itu, rasa asam juga kerap digunakan, misalnya pada rebung asam undak liling yang menghadirkan sensasi segar berkat proses perendaman rebung sebelum diolah.
Provinsi ini memiliki beragam makanan khas Bengkulu yang layak dicoba, mulai dari yang manis hingga yang asin dan gurih.
Dari sekian banyak pilihan, berikut beberapa kuliner Bengkulu yang populer dan sering dinikmati oleh warga lokal maupun wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Cara membuatnya relatif sederhana: ikan dibersihkan lalu dibumbui dengan rempah-rempah seperti bawang putih, kencur, cabai, garam, dan kelapa muda parut yang dihaluskan.
Setelah bumbu tercampur merata, ikan dibungkus dengan daun talas dan direbus hingga matang, prosesnya membutuhkan waktu sekitar delapan jam.
Penggunaan daun talas berfungsi untuk menghilangkan aroma amis ikan dan menggantinya dengan aroma harum alami daun.
Pendap biasanya disantap bersama nasi putih hangat dan dapat dinikmati kapan saja.
Daging ikan hiu yang telah dibersihkan kemudian dibumbui dengan cabai dan rempah-rempah, lalu dimasak hingga matang.
Bagar hiu termasuk makanan khas Bengkulu yang terkenal karena pernah dicicipi oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.
Setelah itu, rebung dibumbui dengan rempah-rempah dan dimasak bersama liling. Keong hitam mudah ditemukan di sawah, sehingga masyarakat setempat dapat memperoleh bahan ini dengan mudah.
Beras ketan direndam semalaman, dicampur dengan santan, lalu dimasak dengan cara dibakar di dalam seruas bambu hingga matang.
Sajian ini biasanya disajikan bersama tapai ketan, dan kadang dilengkapi durian sebagai pelengkap.
Teksturnya mirip dodol, sehingga sering dijadikan oleh-oleh khas daerah.
Hidangan ini memiliki cita rasa khas dengan aroma rempah yang kuat, cocok disantap bersama nasi putih hangat sebagai santapan utama.
Pisang yang dipilih adalah jenis yang teksturnya padat, seperti pisang kepok, raja, atau tanduk, yang dimasak dengan bumbu gulai sehingga menghasilkan rasa gurih dan lezat.
Sayur ini biasanya terdiri dari nangka muda, buncis, irisan tunjang, dan kikil. Hidangan ini banyak dijual pada pagi hari, sehingga menjadi pilihan sarapan favorit masyarakat setempat.
Setelah dipanggang, kue ini diberi olesan selai nanas dan taburan keju, menghasilkan rasa manis, gurih, dan sedikit asam.
Nama kue ini berasal dari kata “bay” yang berarti induk dan “tat” yang berarti tart, sehingga bisa diartikan sebagai kue tart induk.
Bahan-bahan dicampur, dibungkus daun pisang, dan didiamkan beberapa hari. Aromanya cukup tajam, tapi rasanya lezat dan kaya manfaat, termasuk membantu melancarkan pencernaan.
Adonan dibentuk seperti lingkaran menyerupai perut burung punai, digoreng hingga matang, lalu dibalur dengan gula aren. Teksturnya kenyal dengan rasa manis legit.
Kue dibungkus daun pisang muda, diikat, kemudian dikukus hingga matang. Rasanya perpaduan asin, gurih, dan teksturnya kenyal.
Keunikan ini membuatnya menjadi makanan khas Bengkulu yang menarik dan berbeda dari manisan biasa yang biasanya berbahan buah.
Bisa disajikan polos atau dengan siraman santan kental di atasnya, dan cocok dinikmati sebagai sarapan atau camilan sore hari.
Di Bengkulu, dawet berupa bubur yang terbuat dari tepung hunkwe yang dimasak hingga matang, lalu dicetak.
Bubur ini disajikan dengan siraman santan kental dan gula merah cair, menghasilkan rasa manis legit yang pas sebagai hidangan penutup.
Sebagai penutup, mencoba berbagai hidangan tradisional akan memberi pengalaman kuliner yang tak terlupakan dan memperkenalkan keunikan makanan khas Bengkulu.