BENGKULU UTARA — Kabar duka menyelimuti rombongan jemaah haji asal Provinsi Bengkulu. Mustina Abdul Basir (66), jemaah asal Kabupaten Bengkulu Utara, mengembuskan napas terakhir di penginapannya di Makkah, Senin (1/6/2026) dini hari. Almarhumah wafat usai menjalani puncak ibadah haji di Armuzna.
Sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah, almarhumah sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Al-Noor Specialist Hospital Makkah. Namun, setelah menjalani perawatan, kondisi kesehatannya dinyatakan pulih dan ia diizinkan mengikuti rangkaian ibadah puncak haji.
"Setelah pelaksanaan puncak haji almarhumah telah dinyatakan sehat untuk melaksanakan ibadah haji dan kemudian kembali ke hotel dalam keadaan sehat. Namun, sekitar pukul 02.30 waktu setempat beliau meninggal dunia," jelas Hamid Muhakkam, Kepala Kantor Kemenag Bengkulu Utara, kepada awak media.
Di mata sesama jemaah satu kloter, Mustina dikenal sebagai pribadi yang aktif mengikuti rangkaian ibadah sejak tiba di Tanah Suci. Meski usianya sudah lanjut, tim kesehatan tetap memantau kondisinya secara berkala. Kepergiannya mendadak mengejutkan rekan-rekan satu regu dan para petugas pendamping.
Petugas haji Indonesia di Makkah langsung bergerak cepat. Mereka melaporkan kejadian ini kepada otoritas kesehatan dan penyelenggara haji Arab Saudi untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Jenazah almarhumah akan diurus dan dimakamkan di Makkah.
"Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bengkulu Utara menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Serta mendoakan haji almarhumah mabrur dan mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah SWT," tambah Hamid.
Wafatnya Mustina Abdul Basir menambah daftar jemaah haji asal Bengkulu yang meninggal di Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah untuk terus menjaga kondisi fisik dan istirahat cukup setelah menjalani rangkaian ibadah yang padat.