BENGKULU UTARA — Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, SE, MAP, mengkritik kebiasaan sebagian aparatur yang hanya menghafal teks Pancasila tanpa mengamalkannya. Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81, ia meminta seluruh elemen pemerintahan menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen berbangsa.
"Pancasila jangan hanya dihafal teksnya saja. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai di dalamnya dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik," ujar Bupati Arie di hadapan unsur Forkopimda, OPD, SKPD, dan ASN.
Gotong Royong dan Keadilan Sosial Jadi Prioritas
Menurut Bupati Arie, Pancasila merupakan fondasi pemersatu keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia. Semangat gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial harus terus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar retorika.
Ia menambahkan bahwa perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan harus dilanjutkan generasi saat ini. Caranya dengan fokus pada pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bengkulu Utara.
Tantangan Pembangunan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
"Kini menjadi tugas kita bersama untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, kerja keras, dan pemanfaatan seluruh sumber daya manusia yang kita miliki demi kemajuan daerah," kata Bupati Arie.
Di akhir amanatnya, ia menekankan bahwa tantangan pembangunan ke depan hanya bisa dihadapi melalui kolaborasi kuat dari seluruh elemen masyarakat. Semangat persatuan yang menjadi ruh Pancasila harus tetap dijaga demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Upacara kemudian ditutup dengan penuh semangat nasionalisme sebagai bentuk penghormatan terhadap ideologi bangsa.