TANGERANG — General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Heru Karyadi, mengimbau masyarakat tidak menjemput langsung anggota keluarganya di area terminal kedatangan. Imbauan ini dikeluarkan untuk menjaga kelancaran operasional bandara selama puncak arus kepulangan jamaah haji 2026.
"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penjemputan langsung di area terminal kedatangan bandara guna menghindari kepadatan dan memastikan kelancaran operasional," kata Heru di Tangerang, Senin.
Heru menjelaskan, jamaah yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta tidak akan langsung bertemu keluarga di terminal. Seluruh jamaah akan terlebih dahulu diberangkatkan menuju debarkasi atau asrama di masing-masing kabupaten atau kota asal.
"Kami menyarankan para keluarga untuk menjemput langsung ke asrama debarkasi," ujarnya. Langkah ini diambil agar arus pergerakan kendaraan dan bus pengangkut jamaah di area bandara tetap terkendali.
Proses kedatangan jamaah pada 2026 dipusatkan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Terminal ini telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari area kedatangan, sistem penanganan bagasi, hingga fasilitas kesehatan.
Bandara terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap tahapan kepulangan berjalan lancar. "Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan operasional haji," kata Heru.
Fase pertama kepulangan dimulai pada 1 Juni 2026 dengan dua debarkasi awal, yakni Pondok Gede dan Bekasi. Sebanyak 836 jamaah akan tiba pada hari pertama, terdiri dari 391 haji Debarkasi Pondok Gede dan 445 haji Debarkasi Bekasi, yang dilayani maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
Berikut rincian total jamaah yang akan dilayani melalui Bandara Soekarno-Hatta:
Secara keseluruhan, bandara ini akan melayani kepulangan 34.853 jamaah haji yang tersebar dalam 84 kelompok terbang mulai 1 hingga 30 Juni 2026. Heru menegaskan pihaknya akan terus menjaga kesiapan layanan hingga kloter terakhir tiba.