KOTA BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu resmi menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu dalam upaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penagihan piutang pajak yang masih menunggak, baik dari tahun-tahun sebelumnya maupun kewajiban tahun berjalan.
Piutang Pajak Jadi Sasaran Utama
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu Noni Yuliesti mengatakan, sinergi dengan Kejari akan difokuskan pada penagihan piutang yang belum tertagih. Tunggakan tersebut mencakup kewajiban pembayaran Januari hingga Februari yang belum dipenuhi oleh wajib pajak.
"Melalui kerja sama ini, kami bersama Kejaksaan akan menindaklanjuti piutang pajak yang belum tertagih, baik piutang tahun sebelumnya maupun tunggakan pada tahun berjalan," kata Noni di Bengkulu, Senin.
Pendekatan Persuasif Tetap Dikedepankan
Meski melibatkan kejaksaan, Noni menegaskan bahwa penagihan melalui jalur hukum bukanlah langkah pertama yang ditempuh. Pemkot Bengkulu tetap mengedepankan pendekatan persuasif dengan mendatangi wajib pajak secara langsung.
"Petugas Bapenda terlebih dahulu melakukan pendekatan langsung kepada wajib pajak. Selain untuk menagih, langkah ini juga bertujuan mengoptimalkan PAD agar tidak ada potensi pendapatan daerah yang terlewat," sebutnya.
Realisasi PAD Capai Rp2 Miliar Hingga April
Di sisi lain, Bapenda Kota Bengkulu mencatat tren positif pada realisasi PAD. Hingga April 2026, pendapatan daerah telah mencapai Rp2 miliar. Sektor restoran dan hotel menjadi penyumbang terbesar terhadap peningkatan tersebut.
Noni menyebutkan, ke depan akan ada skema baru dan beberapa penyesuaian dalam penerapan kebijakan untuk lebih memaksimalkan potensi PAD di Kota Bengkulu.
Sumber PAD dan Harapan Pemkot
Sumber PAD di Kota Bengkulu berasal dari berbagai sektor, seperti pajak restoran, hotel, parkir, hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pemerintah kota pun meminta dukungan dan kesadaran wajib pajak untuk berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah.
Dengan adanya berbagai langkah strategis ini, pihaknya optimistis pendapatan daerah dapat terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.