BENGKULU UTARA — Kabar duka kembali menyelimuti rombongan jamaah haji asal Provinsi Bengkulu. Hj. Mustina binti Abdul Masir (66), warga Desa Sido Mukti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, meninggal dunia di Tanah Suci pada Senin (1/6/2026). Almarhumah tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 4 Padang.
Ketua Kloter 4 Padang, H. Hamid Muhakam S.Ag MH.I, mengungkapkan almarhumah memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes. Sebelum puncak ibadah haji, Hj. Mustina sempat dirawat di Rumah Sakit An Nur, Mekkah.
“Setelah menjalani perawatan medis, almarhumah sudah sehat dan kembali ke tenda Arafah untuk menyelesaikan rangkaian puncak haji,” ujar H. Hamid melalui sambungan pesan WhatsApp dari Arab Saudi.
Menurut H. Hamid, almarhumah berhasil menyelesaikan rangkaian puncak haji dari tanggal 10 hingga 14 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Ia mengikuti wukuf di Padang Arafah hingga rangkaian ibadah di Mina. Namun, setelah kembali ke hotel, Hj. Mustina kembali mengeluhkan sakit dan akhirnya wafat.
“Alhamdulillah, beliau telah selesai mengikuti serangkaian ibadah haji hingga puncak. Untuk tawaf ifadah nanti, akan kita badalkan,” jelas H. Hamid. Ia menambahkan, “InsyaAllah, beliau wafat dalam keadaan husnul-khatimah.”
Pihak kloter telah melaksanakan fardu kifayah atau prosesi pemulasaraan jenazah bagi almarhumah di Mekkah. Jenazah Hj. Mustina rencananya akan dimakamkan di Tanah Suci. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para jamaah agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan selama menjalani rangkaian ibadah yang padat di tengah cuaca ekstrem.