REJANG LEBONG — Ketua DWP KUA Selupu Rejang, Ny. Eva Susanti, menyebut materi ekoteologi dan pendidikan inklusi yang disampaikan dalam pertemuan rutin gabungan sangat relevan dengan peran perempuan di keluarga dan masyarakat. Menurutnya, pemahaman tentang pengelolaan sampah rumah tangga berbasis nilai agama serta pentingnya lingkungan pendidikan yang ramah bagi seluruh anak bisa menjadi bekal anggota DWP untuk berkontribusi lebih aktif.
Peserta mendapatkan dua materi utama. Pertama, Ekoteologi Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga yang disampaikan oleh Reni Rofika, S.Pd. Materi ini mengajak peserta memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan. Sampah rumah tangga, menurut pemateri, bisa diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Kedua, materi Pendidikan Inklusi dibawakan oleh Hj. Anizar, ST, M.Pd., Ph.D. Peserta diberi pemahaman tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang adil dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh anak tanpa membedakan kondisi maupun latar belakang mereka.
Selain penguatan wawasan, acara juga diisi tausiyah oleh Ahmad Al Habsyi. Kehadiran dai nasional tersebut menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antaranggota DWP.
Ny. Eva Susanti berharap anggota DWP bisa menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat. "Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan membangun budaya inklusif yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan," ujarnya.