BENGKULU SELATAN — Turnamen dibuka langsung oleh Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Awilzan, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Kompol Kusman Jaya, S.H., M.H., serta para pejabat utama Polres setempat. Dalam sambutannya, Awilzan menyebut perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah dunia olahraga, dan gaming kini diakui sebagai cabang olahraga elektronik yang potensial mencetak prestasi.
"Turnamen ini bukan sekadar ajang bermain game, tetapi menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat secara positif, kreatif, dan kompetitif. Kami juga ingin mendukung perkembangan ekosistem e-sport di daerah," ujar Kapolres.
Awilzan menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana Polres Bengkulu Selatan mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya kalangan pemuda. Ia mengajak peserta menjauhi pergaulan negatif, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai bentuk kenakalan remaja.
Dari total 21 tim yang bertanding, enam tim berhasil melaju ke babak perempat final pada hari pertama. Beberapa tim yang ikut serta antara lain Ruca-Ruca, Manna City Go, Vilturite, VA3R, Micro Cup-cup, TK Mas, Otsuge, R.A, Naga Hitam, Anti Gedor, Imam Market, 404, MBG, Maritim, Debt Collector, Wut-wut, Kroco, Pagar Dewa CS, A.N, MBSL x Polres, dan Mungkus Muara.
Turnamen berlangsung tertib, aman, dan lancar dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton yang hadir di lokasi.
Polres Bengkulu Selatan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mempererat kemitraan antara Polri dan generasi muda melalui aktivitas positif yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain pembinaan bakat, turnamen ini juga menjadi bagian dari strategi pencegahan kenakalan remaja, kampanye literasi digital dan etika bermain game, serta hiburan yang turut menggerakkan perekonomian lokal.
"Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung kreativitas dan prestasi generasi muda di era digital," tutup Kapolres.