Pencarian

Keluarga Bocah 6 Tahun Korban Bullying di Jakpus Tolak Damai, Kawal Hukum hingga Efek Jera

Sabtu, 13 Juni 2026 • 21:44:31 WIB
Keluarga Bocah 6 Tahun Korban Bullying di Jakpus Tolak Damai, Kawal Hukum hingga Efek Jera
Keluarga korban bullying di Jakarta Pusat menolak upaya damai dan memilih jalur hukum.

BENGKULU — Keluarga MWP (6), bocah yang menjadi korban perundungan oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, memilih jalur hukum dan menolak upaya damai yang ditawarkan keluarga salah satu pelaku. Ayah korban, Bella (29), menyatakan penolakan itu disampaikan secara langsung saat pihak pelaku mendatangi kediamannya.

"Kalau buat minta maaf pasti ada, salah satu orang tua pelaku ada yang berusaha berniat baik datang dan kasih makanan. Tapi kami menolak, karena kami tetap tidak mau berdamai," kata Bella kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6).

Proses Hukum Berjalan, Satu Pelaku Dipulangkan dalam Pengawasan

Bella mengungkapkan, laporan polisi (LP) telah dibuat dan penyidikan oleh kepolisian masih berlangsung. Ia memastikan bahwa pelaku yang sudah dewasa telah ditangkap dan diperiksa.

"Kemarin udah bikin LP. Itu (pelaku dewasa) sudah diperiksa dan pelaku sudah ditangkap," ujarnya. Sementara itu, satu pelaku lainnya yang masih duduk di bangku SMP dilaporkan telah dipulangkan dengan status dalam pengawasan.

Keluarga korban berharap proses hukum ini menjadi preseden bagi masyarakat untuk tidak menoleransi aksi perundungan di ruang publik. "Kami tetap berusaha gimana caranya agar ada efek jera untuk kedua pelaku. Bukan berarti kita kejam, tapi kita takutnya ini menjadi kebiasaan atau terjadi ke anak yang lain," kata Bella.

Kondisi Korban Belum Stabil, Demam Tinggi dan Tekanan Darah Rendah

Secara medis, kondisi MWP belum sepenuhnya pulih. Bella melaporkan anaknya masih mengalami demam tinggi hingga 40 derajat Celsius, tekanan darah rendah, serta gejala gatal-gatal di beberapa bagian tubuh.

"Tetap 40 derajat, masih panas badannya. Masih gelisah dan gatal-gatal. Kalau untuk pemeriksaan kepala, nanti berjalan, karena kepalanya kemarin sempat bengkak tapi sekarang sudah agak kempesan," jelas Bella.

Ia menambahkan, tekanan darah korban masih dipantau intensif karena belum menunjukkan perkembangan normal. "Kondisi anak belum stabil, darahnya tadi dicek masih rendah dan belum ada perkembangan," tuturnya. Untuk penanganan lebih lanjut, MWP dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda, Jakarta Pusat, pada hari yang sama.

Pesan untuk Publik: Perketat Pengawasan di Ruang Publik

Di luar tuntutan hukum, Bella berharap kasus ini membuka kesadaran publik akan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak di area publik. Ia menekankan bahwa langkah tegas yang diambil bukan semata-mata dendam, melainkan upaya kolektif mencegah terulangnya kekerasan serupa terhadap anak-anak lain.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil penyidikan kepolisian. (antara/fra)

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks