REJANG LEBONG — Sebanyak 280 petugas lapangan diterjunkan BPS Kabupaten Rejang Lebong untuk menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Mereka akan menyisir 15 kecamatan di wilayah itu untuk mengumpulkan data dari para pelaku usaha.
Kepala BPS Rejang Lebong Dwi Yogo Supriyanto mengatakan pendataan akan berlangsung lebih dari dua bulan, dimulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Ia mengimbau masyarakat dan pelaku usaha menyambut baik kedatangan petugas serta memberikan data yang valid.
"Untuk itu masyarakat diharapkan agar memberikan informasi yang jujur dan lengkap kepada petugas sensus," kata Dwi di Rejang Lebong, Rabu.
Variabel data yang dikumpulkan petugas di lapangan cukup detail. BPS mencatat jenis usaha yang dijalankan responden, karakteristik data individu dan keluarga, serta berbagai informasi pendukung lain yang berkaitan dengan aktivitas perekonomian masyarakat.
Pendataan ini tidak hanya menyasar usaha besar, tetapi juga sektor informal. Tujuannya, potret ekonomi Rejang Lebong bisa terekam secara utuh dari level paling bawah.
Dwi Yogo menekankan data yang dihasilkan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Pemerintah daerah bisa mengambil kebijakan strategis yang lebih tepat sasaran berdasarkan data riil di lapangan.
"Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini akan tersedia basis data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan berkualitas bagi Kabupaten Rejang Lebong," ujar Dwi.
Data tersebut diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tanpa data yang valid, kebijakan pembangunan berisiko tidak menyentuh kebutuhan riil warga.
Bagi pelaku usaha di Rejang Lebong, kedatangan petugas sensus bukan sekadar formalitas. Data yang diberikan akan memengaruhi perencanaan program pemerintah, mulai dari bantuan modal, pelatihan UMKM, hingga pengembangan sektor unggulan daerah.
Pastikan data usaha, jumlah tenaga kerja, omzet, dan informasi lain disampaikan secara jujur. Semakin akurat data yang masuk, semakin tepat pula intervensi pemerintah ke depan.