REJANG LEBONG — Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) tengah menggodok cetak biru pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Rejang Lebong. Langkah ini merupakan tindak lanjut koordinasi antara Pemkab Rejang Lebong dengan Kemdiktisaintek di Jakarta yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hendri Praja.
"Rombongan Pemkab Rejang Lebong diterima langsung oleh Dirjen Saintek, Prof. Ahmad Najib Burhani, didampingi Direktur yang menangani teknis pembangunan, Adi Nuryanto," kata Kepala Bappeda Rejang Lebong Afreda Rotua Purba, Kamis.
Tim Segera Turun ke Lokasi untuk Detail Engineering Design
Setelah master plan selesai, dalam waktu dekat tim dari kementerian dijadwalkan turun ke lapangan. Pekerjaan yang akan dilakukan meliputi penyusunan Detailed Engineering Design (DED), dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta pengecekan berbagai perizinan yang diperlukan.
Pembangunan fisik sekolah unggulan ini ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan. Sumber dananya berasal dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) APBN yang telah dipetakan sejak Juni 2026.
Jalan Akses 1,1 Kilometer Jadi Syarat Mutlak
Pemerintah pusat meminta komitmen penuh dari Pemkab Rejang Lebong untuk menyiapkan infrastruktur pendukung. Prioritas utama adalah akses jalan menuju lokasi sekolah sepanjang 1,1 kilometer dengan lebar ideal 11 meter, atau minimal 8 meter.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pemkab Rejang Lebong mendapat dukungan anggaran Rp3 miliar dari Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui anggaran perubahan tahun 2026. "Kalau saat pembangunan jalan ini lahannya masih kurang, akan segera diupayakan pembebasan lahan atau hibah dari masyarakat," ujar Afreda.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rejang Lebong juga diminta menyiapkan Persetujuan Teknis (Pertek) guna melengkapi dokumen AMDAL. Cakupannya meliputi pengelolaan air limbah, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), penataan lalu lintas, hingga mitigasi kebisingan.
Putra Daerah Jadi Prioritas Utama
Pemerintah daerah berharap kehadiran SMA Unggul Garuda mampu mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Afreda menekankan agar siswa-siswi tingkat SMP mulai dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.
"Kita ingin putra daerah menjadi dominan dan mengambil peran utama di sekolah unggulan ini, sehingga keberadaan SMA Garuda benar-benar memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas SDM lokal," katanya.
Proses penerimaan peserta didik baru diproyeksikan sudah dapat dilakukan pada tahun 2026, bertepatan dengan rampungnya pembangunan fisik sekolah.