BENGKULU — Ribuan warga memadati kawasan Jembatan Layang Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, sejak pagi untuk menyaksikan atraksi penerjunan taktis dan free fall yang dilakukan prajurit Kopassus. Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid turun langsung menyaksikan latihan yang digelar Senin pekan lalu itu.
Para prajurit Kopassus diterjunkan dari ketinggian tertentu menggunakan perlengkapan standar operasi. Mereka melakukan manuver di udara sebelum mendarat dengan presisi di area yang telah ditentukan di sekitar Jembatan Layang Danau Dendam Tak Sudah. Seluruh rangkaian latihan berlangsung lancar dengan pengamanan ketat.
Latihan ini merupakan bagian dari pembinaan kemampuan prajurit Kopassus untuk menghadapi berbagai operasi khusus yang membutuhkan ketepatan, kecepatan, serta kesiapan tinggi di berbagai medan. Kemampuan tersebut menjadi bukti profesionalisme prajurit yang terus diasah melalui latihan rutin guna menjaga kesiapan dalam menjalankan tugas mempertahankan kedaulatan NKRI.
Kehadiran Kapolda Bengkulu dalam kegiatan itu menjadi simbol kuatnya sinergitas antara TNI dan Polri di Provinsi Bengkulu. Selain Kapolda, acara juga dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu Ir. H. Mian, Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, serta jajaran Forkopimda dan aparatur sipil negara dari lingkungan Pemprov dan Pemkot Bengkulu.
Kolaborasi kedua institusi negara dinilai sangat penting dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta stabilitas wilayah. Keterlibatan Forkopimda, pemerintah daerah, dan masyarakat menunjukkan dukungan bersama terhadap pelaksanaan latihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan personel pertahanan negara.
Suasana semakin meriah ketika satu per satu pasukan mendarat dengan sempurna di area yang telah disiapkan. Banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengabadikan momen menggunakan telepon genggam sekaligus memberikan apresiasi atas kemampuan dan keberanian prajurit.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana latihan militer, tetapi juga edukasi bagi masyarakat mengenai kesiapsiagaan aparat negara dalam menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Indonesia.