Antisipasi Lonjakan Pernikahan Awal 2026, Kemenag Bengkulu Utara Siapkan 3.000 Buku Nikah untuk 1.500 Pasangan

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 22 Juni 2026 | 14:09:31 WIB
Kemenag Bengkulu Utara siapkan 3.000 buku nikah untuk antisipasi lonjakan pernikahan awal 2026.

ARGAMAKMUR — Angka pernikahan di Kabupaten Bengkulu Utara menunjukkan lonjakan signifikan pada tiga bulan pertama 2026. Kemenag setempat merespons dengan memastikan logistik administrasi pencatatan sipil dalam kondisi aman.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Bengkulu Utara, Sigit Susanto, menyatakan pihaknya telah menyiapkan stok buku nikah sebanyak 3.000 eksemplar. Jumlah tersebut diklaim cukup untuk melayani 1.500 pasangan calon pengantin sepanjang tahun 2026.

“Meskipun jumlah pernikahan mengalami peningkatan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan buku nikahnya,” ujar Sigit saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2026).

647 Pasangan Tercatat dalam Tiga Bulan

Berdasarkan catatan Kemenag Bengkulu Utara, sejak Januari hingga Maret 2026, sebanyak 647 pasangan pengantin telah resmi menikah. Angka ini menjadi indikator awal tingginya minat masyarakat melangsungkan pernikahan di awal tahun.

Dengan stok yang memadai, Kemenag Bengkulu Utara berkomitmen memberikan pelayanan pencatatan pernikahan secara optimal. Layanan ini didukung inovasi sistem pelayanan terpadu yang melibatkan berbagai instansi untuk memudahkan pengurusan dokumen kependudukan pasca pernikahan.

Fakta Singkat Lonjakan Pernikahan di Bengkulu Utara

  • Periode Januari-Maret 2026: 647 pasangan tercatat menikah.
  • Stok buku nikah: 3.000 eksemplar, cukup untuk 1.500 pasangan.
  • Target pelayanan: Kebutuhan pencatatan pernikahan hingga akhir 2026.

“Karena saat ini Kemenag Bengkulu Utara memiliki stok sebanyak 3 ribu eksemplar buku nikah atau untuk memenuhi kebutuhan 1.500 pasangan calon pengantin,” demikian Sigit menegaskan.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: radarutara.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top