JAKARTA — Pertemuan Brasil dan Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 bukan sekadar laga biasa. Bagi Brasil, ini adalah kesempatan untuk memutus kutukan 28 tahun tanpa kemenangan atas Norwegia. Pelatih Carlo Ancelotti membawa skuad dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Jepang 2-1 di babak 32 besar.
Brasil datang dengan lini depan yang lebih tajam dibanding turnamen sebelumnya. Vinicius Junior, yang menjadi pencetak gol terbanyak Brasil di turnamen ini, menjadi ancaman utama dari sisi kiri. Ia didukung oleh Matheus Cunha yang tidak hanya menjadi finisher, tetapi juga rajin menjemput bola dan membuka ruang untuk pemain sayap lain.
Kabar baik lainnya, Neymar sudah pulih dan siap bermain. Raphinha juga sudah kembali berlatih setelah cedera. Dengan dua pemain ini, Ancelotti memiliki lebih banyak opsi di lini serang.
Bruno Guimaraes menjadi motor permainan Brasil. Ia sudah mengoleksi empat umpan gol, terbanyak untuk Brasil di turnamen ini. Namun, absennya Lucas Paqueta karena cedera membuat beban kreativitas lebih berat di pundak Guimaraes. Casemiro, meski berusia 34 tahun, tetap menjadi jangkar lini tengah yang andal dalam membaca permainan dan memenangkan duel udara.
Lini belakang Brasil yang dipimpin Marquinhos tampil solid sepanjang turnamen, hanya kebobolan dua gol sejak fase grup. Namun, mereka belum menghadapi penyerang sekelas Erling Haaland. Striker andalan Manchester City itu telah mengoleksi lima gol dan berada di posisi ketiga perburuan Sepatu Emas. Duet Haaland dengan Martin Odegaard menjadi ancaman terbesar bagi Brasil.
Pelatih Stale Solbakken diperkirakan akan menurunkan formasi 4-3-3 dengan Haaland sebagai ujung tombak. Brasil kemungkinan tetap mempertahankan formasi andalan dengan Alisson Becker di bawah mistar.
Brasil (4-3-3): Alisson Becker (kiper); Vanderson, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Guilherme Arana; Casemiro, Bruno Guimaraes, Gerson; Raphinha, Vinicius Junior, Matheus Cunha.
Norwegia (4-3-3): Orjan Nyland (kiper); Julian Ryerson, Leo Ostigard, Kristoffer Ajer, Birger Meling; Sander Berge, Patrick Berg, Martin Odegaard; Antonio Nusa, Erling Haaland, Alexander Sorloth.
Di atas kertas, Brasil lebih diunggulkan karena kedalaman skuad dan pengalaman di laga besar. Namun, rekor pertemuan menunjukkan Norwegia bukan lawan yang nyaman bagi Selecao. Kemampuan transisi cepat dan penyelesaian akhir Norwegia bisa mengejutkan favorit juara. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dan bisa ditentukan oleh siapa yang lebih efektif memanfaatkan peluang.