BENGKULU — Stadion Dallas, Texas, akan menjadi saksi panasnya rivalitas Semenanjung Iberia pada Selasa (7/7/2026) dini hari WIB. Laga ini bukan sekadar perebutan tiket perempat final, melainkan ulangan final UEFA Nations League 2025 yang dimenangkan Portugal lewat adu penalti dramatis.
Dari 42 pertemuan sebelumnya, Spanyol unggul telak dengan 19 kemenangan berbanding 7 milik Portugal. Namun, 16 hasil imbang menunjukkan laga ini sering berjalan ketat.
Yang menarik, La Furia Roja belum kebobolan satu gol pun sepanjang turnamen. Tiga kemenangan dan satu hasil imbang membuat mereka sedikit lebih superior secara rekor dibanding Portugal yang mencatat dua menang dan dua imbang.
Portugal unggul dalam hal variasi pencetak gol. Dari total delapan gol yang mereka cetak, lima pemain berbeda menyumbang nama di papan skor. Cristiano Ronaldo masih menjadi andalan dengan tiga gol, sementara Rafael Leao, Goncalo Ramos, Joao Neves, dan Nuno Mendes masing-masing menyumbang satu gol.
Sebaliknya, Spanyol hanya memiliki empat pencetak gol. Mikel Oyarzabal menjadi mesin gol utama dengan koleksi empat gol—setengah dari total delapan gol tim. Sisanya dikontribusikan oleh Alex Baena, Pedro Porro, dan Lamine Yamal. Satu gol lain merupakan gol bunuh diri pemain lawan.
Ini adalah benturan dua filosofi. Portugal, yang kebobolan dua gol di fase grup, mengandalkan distribusi serangan dari berbagai lini. Umpan-umpan dari Joao Cancelo, Bruno Fernandes, dan Pedro Neto akan menjadi kunci untuk membongkar pertahanan Spanyol yang masih perawan kebobolan.
Spanyol, di sisi lain, punya Marc Cucurella sebagai kreator utama dengan dua assist. Mereka juga memiliki rekor head to head yang dominan secara historis. Namun, trauma adu penalti di final Nations League 2025 masih membekas, terutama setelah Alvaro Morata gagal mengeksekusi penalti kala itu.
Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim. Portugal butuh variasi serangan untuk menembus zona pertahanan Spanyol, sementara Spanyol harus membuktikan bahwa dominasi penguasaan bola mereka bisa dikonversi menjadi gol tanpa harus bergantung sepenuhnya pada Oyarzabal.