BENGKULU — Duel panas akan tersaji di babak delapan besar Piala Dunia 2026. Timnas Swiss yang tampil solid sepanjang turnamen siap menjadi batu sandungan bagi Lionel Messi dkk. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat Swiss bukan lawan yang bisa diremehkan.
Murat Yakin tidak datang dengan rasa inferior. Pelatih berusia 50 tahun itu justru menunjukkan sikap percaya diri saat berbicara tentang calon lawannya. Ia menyebut Argentina sebagai tim hebat, tapi bukan tanpa cela.
"Kami memberikan respek penuh kepada Argentina. Namun, analisis kami menunjukkan mereka rentan dibobol," ujar Yakin dalam konferensi pers jelang laga, dikutip dari laporan yang diterima redaksi.
Swiss datang dengan modal performa impresif di fase grup dan babak 16 besar. Organisasi pertahanan yang rapi dan serangan balik cepat menjadi senjata utama. Yakin menilai lini belakang Argentina kerap lengah saat menghadapi transisi cepat lawan.
Pernyataan ini bukan sekadar gertakan. Swiss memiliki rekor cukup baik saat bertemu tim-tim besar di turnamen sebelumnya. Mereka mampu merepotkan Brasil dan Prancis di edisi Piala Dunia sebelumnya.
Sebagai juara bertahan, Argentina datang dengan status favorit. Namun, label itu justru bisa menjadi beban. Yakin ingin memanfaatkan tekanan yang dirasakan skuad asuhan Lionel Scaloni.
"Mereka harus menang, kami bisa menang. Perbedaan itu penting di babak knockout seperti ini," tambah Yakin. Swiss tidak akan mengubah pendekatan agresif mereka dan siap memberikan kejutan.
Pertandingan ini akan menjadi ujian nyata bagi kedua tim. Argentina perlu membuktikan bahwa analisis Yakin salah. Sementara Swiss harus membuktikan bahwa ucapan pelatihnya bukan isapan jempol belaka.
Laga perempatfinal Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Swiss dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Siapa yang mampu mengontrol emosi dan menerapkan strategi dengan sempurna, dialah yang berhak melaju ke babak semifinal.