BENGKULU — Tim Sales Area Bengkulu turun langsung ke Pulau Enggano untuk memeriksa operasional penyaluran energi di titik paling ujung provinsi. Pulau yang dikenal memiliki medan logistik berat ini menjadi prioritas karena statusnya sebagai wilayah terluar Indonesia.
Dalam kunjungan kerja itu, tim menyoroti ketepatan sasaran penyaluran solar dan pertalite bersubsidi di SPBU wilayah 3T. Pengecekan dilakukan untuk memastikan tidak ada penyimpangan distribusi yang merugikan masyarakat berhak.
Selain BBM, pasokan LPG Non PSO (Non Public Service Obligation) juga menjadi perhatian. Produk ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan memasak rumah tangga dan pelaku usaha kecil di Enggano.
Tak hanya mengecek stok di SPBU dan pangkalan LPG, tim Pertamina juga berdialog langsung dengan pengelola dan masyarakat setempat. “Pengawasan langsung ke Enggano ini penting untuk memastikan tidak ada kekosongan stok dan distribusi berjalan sesuai prosedur,” ujar perwakilan tim Sales Area Bengkulu di sela kegiatan. “Kami ingin masyarakat di wilayah 3T juga mendapatkan akses energi yang sama, aman, dan terjangkau.”
Pertamina menegaskan bahwa monitoring ke kepulauan terluar seperti Enggano akan dilakukan secara berkala. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga distribusi energi yang transparan dan merata di seluruh Bengkulu.
Dengan pengawasan ketat, perusahaan berharap pasokan BBM dan LPG di Pulau Enggano tetap stabil. Hal itu dinilai krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, pelayanan publik, dan kehidupan sehari-hari di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan logistik tinggi.