BENGKULU — Kabut tipis atau kondisi udara kabur diperkirakan menyelimuti wilayah Ibu Kota Provinsi Bengkulu pada akhir pekan ini. Informasi tersebut disampaikan BMKG dalam prakiraan cuaca untuk seluruh ibu kota provinsi di Indonesia yang dirilis pada Minggu (12/7/2026).
Prakirawan BMKG, Bintari, dalam keterangan yang dikutip dari kanal YouTube resmi BMKG, menjelaskan bahwa Bengkulu masuk dalam kategori "udara kabur" bersama dengan Kota Padang, Sumatera Barat. Kondisi ini berbeda dengan wilayah Sumatera lainnya yang mayoritas diguyur hujan ringan atau berawan tebal.
Menurut BMKG, istilah "udara kabur" merujuk pada kondisi atmosfer yang mengandung partikel halus seperti debu atau asap, sehingga menyebabkan jarak pandang horizontal berkurang. Berbeda dengan kabut yang terbentuk dari uap air, udara kabur lebih sering dikaitkan dengan polusi atau partikel dari kebakaran lahan.
Kondisi ini perlu diwaspadai oleh warga yang hendak berpergian pagi hari. Jarak pandang yang terbatas bisa meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di ruas jalan protokol dan jalan menuju kawasan perbukitan di sekitar Kota Bengkulu.
BMKG menyarankan agar pengendara menyalakan lampu utama kendaraan meski siang hari. Selain itu, warga dengan riwayat gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah jika kondisi udara kabur semakin pekat.
Sementara itu, sejumlah ibu kota provinsi tetangga di Sumatera juga mengalami cuaca ekstrem. Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Pangkal Pinang diprediksi berawan tebal. Tanjung Pinang diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan, sedangkan Bandar Lampung dilaporkan berkabut.
Untuk wilayah Bengkulu sendiri, belum ada peringatan dini khusus terkait potensi hujan lebat atau angin kencang pada hari Minggu. Namun, warga tetap diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG.