Petani Padi di Bengkulu Selatan Terancam Gagal Panen Akibat Alokasi Pupuk Phonska Subsidi Tersendat hingga Pertengahan Juli 2026

Penulis: Hendrizal Satria  •  Senin, 13 Juli 2026 | 15:52:31 WIB
Petani di Desa Ketaping, Bengkulu Selatan, hanya menerima satu kali pemupukan urea sejak awal musim tanam Mei 2026.

BENGKULU SELATAN — Hamparan sawah seluas enam hektare di Desa Ketaping, Kabupaten Bengkulu Selatan, menjadi saksi kekhawatiran para petani padi. Sejak awal musim tanam pada Mei 2026, mereka hanya menerima satu kali pemupukan menggunakan urea, sementara pupuk Phonska yang vital untuk fase pembuahan belum juga didistribusikan oleh kios pengecer resmi.

Pertumbuhan Padi Terhambat, Daun Mulai Menguning

Pantauan di lapangan menunjukkan mayoritas tanaman padi masih tampak menghijau, namun gejala kekurangan nutrisi mulai terlihat. Helai daun dan batang padi di sejumlah titik mulai menguning akibat belum mendapatkan asupan pemupukan tahap kedua menggunakan NPK Phonska.

“Saat ini kami petani kesulitan mendapatkan pupuk Toska, sehingga pertumbuhan padi kurang maksimal,” ujar Erson, salah seorang petani setempat, Senin (13/7/2026).

Ritme Pemupukan Terganggu, Bulir Padi Terancam Hampa

Menurut Erson, dalam satu siklus musim tanam, petani wajib melakukan minimal dua kali pemupukan. Tahap awal menggunakan urea untuk merangsang pertumbuhan daun dan anakan, sedangkan tahap kedua menggunakan Phonska sebelum padi memasuki fase generatif atau masa pembungaan.

“Harusnya padi ini sudah mulai keluar bulir. Pemupukan juga seharusnya sudah dua kali, pertama menggunakan urea saat awal tanam, kemudian Phonska sebelum padi berbuah. Tetapi sekarang baru satu kali pemupukan menggunakan urea,” keluhnya.

Idealnya, pupuk Phonska diaplikasikan sebelum tanaman padi berbunga. Jika ritme pemupukan bergeser, proses pembelahan sel tidak berjalan optimal dan kualitas bulir padi menurun drastis. Bibit padi di sawah tersebut ditanam sejak Mei 2026, dan seharusnya sudah mulai merata mengeluarkan malai atau bulir padi muda.

Pasokan Baru Akan Turun Agustus, Petani Pesimistis

Ironisnya, untuk menutupi kebutuhan lahan seluas enam hektare, para petani baru menerima jatah dua karung pupuk urea. Sementara pupuk Phonska yang memegang peranan vital untuk pengisian bulir padi hingga kini nihil. Berdasarkan informasi dari kelompok tani setempat, pasokan pupuk Phonska bersubsidi dikabarkan baru akan masuk ke desa pada bulan Agustus mendatang.

Erson menegaskan, jika jadwal penyaluran tersebut benar-benar meleset hingga bulan depan, manfaat zat kimia pupuk sudah tidak efektif karena tanaman padi terlanjur melewati fase kritis pembentukan buah. Masyarakat tani Desa Ketaping pun berharap Pemkab Bengkulu Selatan segera turun tangan mempercepat distribusi pupuk Toska demi menyelamatkan produksi gabah dan stabilitas ketahanan pangan di tingkat produsen.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top