BENGKULU — Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu memastikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Konferprov PWI Bengkulu yang dijadwalkan pada 18 Juli 2026. Kepastian itu disampaikan langsung Kepala Dinas Kominfotik, Dr. Nelly Alessa, saat menerima audiensi panitia konferensi di ruang kerjanya, Senin (13/7).
Dukungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan organisasi profesi, termasuk PWI.
Kominfotik menyiapkan Gedung Merah Putih sebagai lokasi utama kegiatan. Selain itu, pemerintah juga menyediakan fasilitas konsumsi bagi peserta, spanduk, dan perlengkapan pendukung lainnya.
"Kami ingin hubungan baik dengan PWI dan seluruh insan pers terus terjalin. Pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah," ujar Nelly Alessa dalam keterangannya.
Menurutnya, Konferprov bukan sekadar agenda organisasi, melainkan juga wadah memperkuat profesionalisme wartawan serta meningkatkan kualitas kemitraan antara media dan pemerintah.
Selain mendukung Konferprov, Kominfotik tengah mempersiapkan agenda coffee morning antara Gubernur Bengkulu bersama wartawan anggota PWI. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka untuk menyampaikan program pembangunan sekaligus menyerap aspirasi insan pers.
Pelaksanaannya masih menyesuaikan jadwal Gubernur Helmi Hasan yang saat ini cukup padat dengan berbagai agenda pemerintahan.
Kominfotik berencana memeriahkan Konferprov melalui kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan aksi donor darah. Langkah ini diharapkan memberi manfaat langsung kepada peserta maupun masyarakat yang hadir.
Dalam audiensi tersebut, Dr. Nelly Alessa juga mengajak PWI mengambil peran aktif mendukung program unggulan Pemprov Bengkulu, yakni Bantu Rakyat. Ia berharap organisasi wartawan melalui program PWI Peduli dapat bersinergi membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang sedang sakit atau memerlukan bantuan sosial.
Meski pengelolaan anggaran bansos kini dipusatkan melalui Baznas Provinsi Bengkulu, Kominfotik tetap menjadi ujung tombak pemerintah dalam mengoordinasikan penyampaian informasi dan mempercepat penyaluran bantuan.
Nelly Alessa mengajak seluruh wartawan untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang berimbang, edukatif, dan membangun optimisme masyarakat. Menurutnya, pemberitaan positif mampu menciptakan iklim daerah yang aman, kondusif, serta meningkatkan kepercayaan investor.
"Media memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik. Ketika informasi disampaikan secara objektif dan membangun, maka stabilitas daerah akan semakin baik dan peluang investasi pun semakin terbuka," katanya.
Sementara itu, perwakilan panitia Konferprov PWI Bengkulu, Agus Iksan Abraham, Dedi HP, Aminuddin, Budi Santoso, serta Hasanah menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Mereka menilai perhatian Pemprov Bengkulu menjadi motivasi tersendiri untuk menyelenggarakan konferensi secara profesional dan sukses.
Mereka berharap sinergi yang telah terjalin selama ini terus diperkuat sehingga hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers semakin solid dalam mendukung pembangunan dan keterbukaan informasi publik di Bengkulu.