BENGKULU — Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Mohammad Surya Wardana, langsung turun ke lapangan pada 9 Juli 2026 untuk mengecek kesiapan operasional sekolah. Hasil pemantauan menunjukkan progres fisik justru melampaui target yang direncanakan sebelumnya.
Sekolah Rakyat Kaur dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu. Beberapa bangunan utama yang sudah berdiri meliputi gedung sekolah, asrama siswa, rumah guru, masjid, dan dapur.
"Sekolah ini dirancang menjadi pusat pendidikan terpadu yang sangat komprehensif," ujar Mohammad Surya Wardana dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Pembangunan dikebut untuk mengejar target operasional sekolah pada 14 Juli 2026. Artinya, dalam hitungan hari, fasilitas ini harus benar-benar siap menerima siswa.
Kanwil DJPb Bengkulu mengawal ketat setiap tahapan proyek ini. Pengawasan dilakukan agar seluruh pemanfaatan APBN tepat sasaran dan tidak molor dari jadwal.
Selain dampak pendidikan, proyek ini juga menggerakkan ekonomi lokal. Sepanjang proses konstruksi, tercatat sekitar 1.360 tenaga kerja harian dari masyarakat sekitar ikut bekerja.
Mohammad Surya Wardana menambahkan, keberadaan sekolah ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan berkualitas, tetapi juga memberikan efek berganda bagi kesejahteraan warga Kaur.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur menjadi bukti nyata peran APBN dalam mendukung pemerataan akses pendidikan. Mohammad Surya Wardana berharap sekolah ini dapat beroperasi lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Pengawalan terhadap proyek strategis nasional ini dilakukan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target dan siap digunakan tepat waktu," pungkasnya.