Warga Desa Bajak Bengkulu Tengah Kumpulkan Rp74 Juta dari Tangguk Amal untuk Beli Ambulans, Target Rp290 Juta

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 13:24:12 WIB
Warga Desa Bajak, Bengkulu Tengah, mengumpulkan dana sebesar Rp74 juta melalui tangguk amal untuk pembelian ambulans.

BENGKULU TENGAH — Sebuah kotak amal keliling menjadi simbol harapan baru bagi warga Desa Bajak. Inisiatif yang disebut tangguk amal ini digerakkan murni oleh kesadaran warga untuk memiliki armada darurat sendiri, setelah bertahun-tahun bergantung pada mobil pribadi tetangga yang jumlahnya terbatas.

Ketua Panitia Pengadaan Ambulans, Hamzah, menuturkan ide ini muncul dari keresahan bersama di tingkat akar rumput. “Kami pernah mengalami kejadian saat ada warga meninggal maupun sakit, tetapi tidak ada mobil sehingga penanganannya menjadi lambat,” katanya.

Dana Terkumpul Rp74 Juta dalam 150 Hari

Pengumpulan dana dilakukan secara sukarela oleh warga melalui kotak yang diedarkan dari rumah ke rumah. Konsistensi warga dalam berdonasi mulai membuahkan hasil. Tercatat hingga hari ke-150 sejak dibukanya tangguk amal, total dana publik yang berhasil dihimpun telah menyentuh angka sekitar Rp74 juta.

“Target kami sekitar Rp290 juta untuk membeli ambulans baru. Mudah-mudahan dalam waktu dua sampai tiga tahun target itu bisa tercapai,” ujar Hamzah.

Mengapa Warga Tak Lagi Andalkan Mobil Tetangga?

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bajak 1, Novi Elis Sugianto, membeberkan realitas di lapangan. Selama ini, warga yang sakit atau ibu hamil yang hendak bersalin terpaksa mengandalkan kebaikan hati tetangga yang memiliki mobil pribadi. Selain terkendala faktor geografis, warga sering kali merasa sungkan dan tidak enak hati jika harus meminjam kendaraan pribadi, apalagi jika situasi darurat terjadi pada tengah malam.

“Kami sangat mendukung pengadaan ambulans ini. Mudah-mudahan nanti tidak ada lagi warga yang terlambat dibawa ke rumah sakit, terutama warga yang sakit atau ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat,” kata Novi.

Harapan dari Gotong Royong Warga

Tokoh masyarakat Desa Bajak, Sudirmansyah, mengaku bangga melihat semangat gotong royong yang ditunjukkan warga dalam urunan dana pembelian aset desa ini. Ia berharap impian kolektif ini bisa segera terealisasi agar dapat memangkas kesenjangan akses pelayanan kesehatan darurat di kawasan pedesaan Bengkulu Tengah.

Mengingat perjalanan pemenuhan target dana yang masih panjang, Hamzah menggantungkan harapan besar pada uluran tangan pihak luar. Ia berharap pemerintah daerah, perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial, maupun para dermawan bersedia ikut memberikan dukungan donasi agar unit ambulans baru tersebut bisa segera terparkir di Desa Bajak.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top